Suara.com - Pria asal Thailand bernama Kritsada Ratprachoom baru-baru ini membagikan pengalaman mengerikannya. Ia tertegun ketika menarik cacing pita sepanjang 9 meter dari duburnya.
Mulanya, ia merasa ada yang menggeliat di pantatnya ketika buang air besar. Kritsada pun berusaha menariknya dan mengira itu hanya seutas tali sisa dari operasi usus buntu seminggu sebelumnya.
Namun, pria 44 tahun ini segera menyadari bahwa itu terasa lengket dan elastis seperti cacing pita. Sampai akhirnya ia benar-benar menyadari bahwa itu cacing pita.
"Saat itu saya belum selesai buang air besar, tetapi seperti ada sesuatu yang menggeliat di bagian pantat. Lalu ada sesuatu yang keluar dari pantatku dan aku menariknya," ujar Kritsada, dikutip dari The Sun.
Setelah menariknya, Kritsada baru menyadari bahwa itu cacing pita yang panjangnya sekitar 9 meter. Kritsada yang kebingungan pun meletakkannya di atas kloset dan memotretnya.
Kritsada mengaku tak tahu cacing pita sepanjang 9 meter itu bisa masuk ke dalam tubuhnya. Ia pun segera membuangnya setelah difoto.
Cacing pita adalah cacing pipih seperti pita yang bisa hidup di usus jika Anda menelan telur atau cacing kecil yang baru menetas.
Cacing pita paling sering ditemukan dalam kotoran manusia dan bisa bergerak di dalam usus besar. Gejala lain adanya cacing pita di dalam tubuh misalnya diare, sakit perut, perubahan nafsu makan, dan penurunan berat badan.
Gejala yang lebih serius bisa juga muncul jika cacing masuk ke berbagai bagian tubuh seperti otak atau hati. Cacing pita juga bisa bertahan hidup di dalam usus selama 25 tahun.
Baca Juga: Miris! Indonesia Peringkat Kedua Dunia Penyumbang BAB Sembarangan
Infeksi cacing pita bisa diobati dengan obat resep yang disebut niclosamide atau praziquantel. Obat tersebut ampuh membunuh cacing sehingga akan keluar bersama kotoran.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?