Suara.com - Banyak perempuan yang pernah mengalami pegal-pegal atau kram menstruasi.
Melansir Insider, diperkirakan 50 persen hingga 90 persen perempuan mengalami hal yang disebut dengan disminore ini dalam hidup mereka.
"Hanya sekitar 15 persen hingga 20 persen dari mereka akan mencari perawatan medis untuk kram yang sangat parah," tutur Dr. Aparna Sridhar, seorang OB-GYN dan profesor di bidang Obstetri dan Ginekologi di UCLA.
Jika Anda salah satu dari mereka, berikut adalah beberapa cara untuk menghilangkan rasa sakit sebagai pertolongan pertama.
1. Tanpa obat
Terapi panas : Untuk membantu otot rahim rileks, coba letakkan bantalan yang panas atau botol air panas di perut bagian bawah. Bisa juga mandi air hangat.
Olahraga : Olahraga melepaskan hormon endorfin yang merupakan pembunuh rasa sakit alami dan dapat membantu mengurangi kram. Para peneliti melaporkan olahraga sekitar 45-60 menit, tiga kali seminggu dapat membantu meringankan rasa sakit ketika datang bulan menyerang.
2. Dengan obat
Obat-obatan yang dijual bebas adalah obat yang biasa digunakan untuk mereka yang mengalami nyeri haid karena obat ini bekerja cepat, murah, tersedia tanpa resep, dan mudah dikonsumsi oleh kebanyakan orang, menurut Sridhar.
Baca Juga: Jangan Minum Kopi saat Menstruasi, Ini Lho Efeknya pada Tubuh
"Ibuprofen umumnya adalah garis pertahanan pertama yang baik," kata Sridhar.
Ibuprofen bertindak sebagai antiinflamasi, yang berarti akan mengurangi jumlah kontraksi uterus dan mengurangi rasa sakit. Anda dapat mulai meminumnya begitu rasa sakit dimulai dan berlanjut selama beberapa hari.
Naproxen
Ini adalah obat umum lain yang bertindak mirip dengan ibuprofen dan direkomendasikan oleh dokter untuk kram menstruasi.
Asetaminofen
"Dan asetaminofen adalah alternatif, terutama bagi wanita yang tidak dapat mentolerir ibuprofen atau naproxen," kata Sridhar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh