Suara.com - Menjaga apa yang dikonsumsi ketika Anda memiliki penyakit ginjal kronis itu sangat penting. Sebab, fungsi ginjal Anda sedang tidak maksimal.
Memilah dan memilih makanan yang akan dikonsumsi adalah salah satu cara menjaga ginjal Anda dari kerusakan yang makin parah. Pada saat yang sama, Anda harus memastikan tubuh mendapat nutrisi seimbang, seperti protein, kalori, vitaminm dan mineral.
Melansir Healthline, umumnya orang yang memiliki penyakit ginjal disarankan untuk membatasi sodium, kalium dan fosfor.
Untungnya, ada beberapa makanan yang kandungan ketiga nutrisi tersebut rendah sehingga aman dikonsumsi oleh penderita penyakit ginjal.
1. Kembang kol
Kembang kol merupakan sumber nutrisi, termasuk vitamin C, vitamin K, dan vitamin B folat. Sayur ini juga mengandung senyawa anti-inflamasi seperti indoles dan merupakan sumber serat yang sangat baik.
Sayur satu ini mengandung 19 mg natrium, 176 mg kalium, dan 40 mg fosfor.
2. Blueberry
Blueberry adalah salah satu antioksidan terbaik karena mengandung anthocyanin, yang dapat melindungi terhadap penyakit jantung, kanker tertentu, penurunan kognitif, dan diabetes.
Baca Juga: Bolehkah Orang dengan Satu Ginjal Seperti Vidi Aldiano Berolahraga?
Sebanyak 148 gram blueberry mengandung 1,5 natrium, 114 kalium, dan 18 mg fosfor.
3. Putih telur
Meski kuning telur sangat bergizi, bagian ini mengandung jumlah fosfor yang tinggi. Sehingga bagian putih adalah zona aman bagi pelaku diet ginjal.
Putih telur menyediakan sumber protein berkualitas tinggi yang ramah ginjal. Ini adalah pilihan baik untuk orang yang menjalani perawatan dialisis, yang membutuhkan kadar protein tinggi tetapi perlu membatasi fosfor.
Dua putih telur (66 gram) mengandung 110 mg natrium, 108 mg kalium, dan 10 mg fosfor.
4. Bawang putih
Berita Terkait
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Detoks Alami Pasca-Lebaran: 5 Kombinasi Makanan Sehat agar Nutrisi Terserap Maksimal
-
Rekam Jejak Mentereng Emilia Achmadi Ahli Gizi Timnas Indonesia, Senjata Baru Era John Herdman
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal
-
Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
- 5 HP Infinix Termurah dengan Fitur NFC yang Canggih, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan