Suara.com - Lari merupakan olahraga yang sederhana namun banyak manfaat. Selain latihan, bahan bakar yang tepat untuk tubuh juga sangat penting untuk peningkatan performa saat lari.
Nutrisi penting bagi kesehatan pelari dan juga dapat meningkatkan performa selama berlari. Menurut Korakod Panic, anggota Dewan Penasihat Nutrisi, Herbalife Nutrition, lewat siaran pers yang diterima Suara.com, diet seimbang untuk pelari sehat harus mencakup lima nutrisi utama berikut ini.
Karbohidrat (Beras, Roti, Gula)
Karbohidrat adalah sumber energi dan nutrisi paling penting bagi tubuh untuk disertakan dalam setiap makanan sebagai bahan bakar dalam menjalankan kegiatan sehari-hari. Untuk pelari, dianjurkan mengonsumsi makanan kecil satu jam sebelum lari, yaitu karbohidrat dari 1-2 potong roti (80 kalori per potong) atau sekotak susu (70-140 kalori per karton), dengan total 100-200 kalori, karena dapat memberikan energi yang dibutuhkan secara efektif selama berlari. Menurut sebuah penelitian pada tahun 2014, mengonsumsi jumlah karbohidrat yang tepat sebelum berolahraga dapat memaksimalkan performa.
Protein (Daging, Susu, Telur, Kedelai dan Protein Nabati lainnya)
Protein membantu memperbaiki dan membangun kembali jaringan dan otot yang bekerja selama aktivitas fisik. Nyeri otot setelah berlari, terutama di paha dan betis, menandakan bahwa protein diperlukan untuk perbaikan dan pertumbuhan jaringan. Dengan jumlah protein yang tepat dan tidur yang cukup, otot-otot dapat diperbaiki, dibangun kembali dan menjadi lebih kuat. Selain daging, susu, dan telur, kedelai juga merupakan sumber protein yang baik karena merupakan salah satu dari protein nabati lengkap yang mengandung sembilan asam amino esensial yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh. Sumber protein nabati lainnya termasuk kacang-kacangan, kacang polong, lentil, serta biji-bijian utuh.
Penelitian tentang nutrisi olahraga pada 2013, yang mengumpulkan data dari organisasi nutrisi olahraga global terkemuka, menunjukkan bahwa kita harus mengonsumsi kombinasi karbohidrat dan protein dalam rentang waktu 30 menit hingga tiga jam setelah berolahraga. (Rasio karbohidrat:protein harus 3-4:1, dengan 20 gram protein berkualitas tinggi setelah berolahraga.
Lemak (Lemak dan minyak)
Lemak berfungsi sebagai sumber energi penting. Setelah karbohidrat, lemak sering digunakan sebagai bahan bakar selama berolahraga. Ketika kita berolahraga sekitar 30-60 menit, tubuh membakar jumlah lemak yang cukup. Lemak sangat mudah dikonsumsi tetapi sangat sulit untuk dihilangkan. Jadi, kita perlu mengonsumsi lemak baik secukupnya dan menghindari makanan menggoda yang kaya akan lemak jenuh seperti makanan cepat saji, keripik, donat, roti, makanan ringan tanpa gizi, creamer non-susu, krim kocok, lemak serbaguna (shortening), margarin, dan kue. Makanan-makanan tersebut mengandung lemak tinggi dan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
Baca Juga: Olahraga Lari Sudah Jadi Gaya Hidup
Mineral dan vitamin (Sayuran dan buah-buahan)
Ada berbagai jenis mineral dan vitamin yang membantu menjaga keseimbangan dalam fungsi sistem tubuh. Selama berolahraga, tubuh mengeluarkan limbah dalam bentuk keringat, serta membuang kelebihan mineral dari tubuh. Jika Anda memilih berolahraga lebih dari dua jam berturut-turut, minuman berenergi dan mengandung mineral sangat disarankan untuk menggantikan cairan yang hilang. Minum air saja akan membuat tubuh Anda kehilangan terlalu banyak mineral tertentu, sehingga akan menyebabkan Anda kekurangan natrium dalam darah, yang dapat sangat berbahaya di daerah-daerah seperti otak. Dalam kasus yang sangat ekstrem, hal ini bahkan dapat mengakibatkan kematian.
Air
70% tubuh manusia terdiri dari air, itulah sebabnya kita harus tetap terhidrasi. Air membantu mengantarkan nutrisi ke sel-sel dan memainkan peran penting dalam menghilangkan limbah dalam tubuh. Pelari perlu menjaga keseimbangan air tubuh sebelum, selama, dan setelah latihan, karena air memberikan nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk hampir setiap fungsi tubuh, serta membantu membatasi perubahan suhu tubuh. Pastikan untuk tidak kehilangan lebih dari dua persen cairan dari berat tubuh Anda selama latihan, karena dapat mengurangi kekuatan Anda dan memengaruhi performa. Jika Anda berolahraga secara teratur, periksa berat badan Anda sebelum dan sesudah latihan untuk melihat seberapa banyak Anda kehilangan air.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
Terkini
-
Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak
-
Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami
-
Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter
-
Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran
-
DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya
-
AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi
-
Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi
-
Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?
-
Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar
-
Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker