Suara.com - Presenter sekaligus mantan pemangku gelar Puteri Indonesia 2002, Melanie Putria, dikenal sebagai salah satu perempuan yang hobi menjalani olahraga lari.
Ditemui Suara.com beberapa waktu lalu, ibu satu anak tersebut mengaku mulai menggemari olahraga lari sejak 2012 lalu. "Saat itu aku liat di Twitter, ada (komunitas) Indorunners yang lari-lari. Mereka keliatan bahagia dan suka foto-foto diposting," kata perempuan yang berperan dalam film Ayat-ayat Cinta tersebut.
Bahagia, kata Melanie, merupakan kata kunci yang dulu ia cari. Melanie mengaku dirinya sempat mengalami depresi pascamelahirkan atau postpartum depression. "Mungkin ini (lari) adalah jawabannya. Aku yang dulu benci lari, akhirnya bisa jatuh cinta," tambahnya.
Lari Karena Dirundung Depresi
Kata Melanie, sebelum memilih olahraga lari, ia sempat mencoba kembali ke pusat kebugaran dan melakukan gym di sana. Sampai akhirnya ia mendengar kata-kata kurang enak yang memperparah kodisi mentalnya yang masih sensitif.
"Dulu aku balik gym enam bulanan setelah melahirkan. Lalu ada yang bilang, ini kulkas dua pintu balik ke gym. Bagi orang normal itu biasa, tetapi bagi orang yang baby blues itu seperti pengen nangis di shower. Terus aku langsung merasa, this is the end of the world," kenangnya.
Saat itulah ia menemukan aktivitas fisik lain yang menenangkan. Lari, kata Melanie, muncul sebagai penyelamat dari keadaan depresi yang sempat ia alami.
Perempuan berusia 37 tahun tersebut kini mengaku sangat kegandrungan dengan olahraga lari. Bukan hanya menyehatkan secara mental, Melanie juga merasakan manfaat fisik yang besar.
Tak tanggung-tanggung, Melanie bahkan kerap mengikuti agenda maraton dengan trek panjang.
Baca Juga: Kenalkan Olahraga Pada Anak, Melanie Putria Pilih Cara Ini
Bila sudah mendekati waktu perlombaan, misalnya, ia bisa menjalani latihan intensitas sedang hingga tinggi sejak tiga bahkan empat bulan sebelumnya.
Trek latihannya merambah mulai dari kawasan fX Sudirman, ke GBK, terus ke Sudirman sampai kawasan Kota Tua di Jakarta Barat. "Terus nanti aku muter lagi di sekitar Gambir, terus muter lagi ke daerah Sabang balik lagi ke fX. Kalau masih belum cukup, aku bakal terus lagi ke Senopati, Kebayoran, terus balik lagi ke fX," tambahnya.
Itu, kalau tengah menjalani latihan menjelang perlombaan maraton. Lain lagi untuk menjaga kebugaran sehari-hari. Melanie mengaku, ia biasa melakukan olahraga lari sekitar 30 sampai 40 menit setiap hari.
"Aku berangkat dari baby blues syndrome dan lari jadi penolong hidup, awalnya di situ saat aku jatuh cinta sama lari," tutup perempuan yang giat memberikan kiat lari lewat akun YouTube Fit With MeL tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian