Suara.com - Wanita yang memiliki dada lebih rata tak perlu minder dengan orang dengan dada berisi. Ternyata bentuk dada seseorang bisa membaca risiko mereka ketika mengalami flu atau pilek.
Sebuah penelitian, dilansir dari The Sun, menemukan wanita dengan payudara besar justru menderita pilek atau flu lebih buruk daripada mereka yang memiliki dada rata.
Selain itu, wanita berpayudara besar juga lebih berisiko menderita infeksi pernapasan dua kali lebih lama dari yang berdada rata.
Biasanya, wanita yang berdada rata menderita pilek dan batuk hanya berlangsung selama 8 hari. Bahkan, mereka mungkin tidak perlu mengonsumsi antibiotik untuk meredakannya.
Sedangkan wanita dengan payudara besar memiliki kemungkinan 56 kali lebih besar mengonsumsi antibiotik untuk meredakan flu. Kondisi mereka yang lebih buruk saat flu ada kaitannya dengan lemak di payudara.
Sebuah teori meyakini bahwa lemak pada payudara melemahkan sistem kekebalan tubuh, membuatnya lebih sulit untuk pulih dari infeksi dada.
Para ilmuwan juga berpikir hormon leptin yang diproduksi di jaringan lemak dan memengaruhi sistem kekebalan tubuh mungkin menjadi penyebabnya.
Hasil survei dari 400 wanita tentang tingkat keparahannya saat flu dan infeksi pernapasan lainnya, mereka mengaku menderita penyakit tersebut dalam kurun waktu 3 tahun.
Kesimpulan dari penelitian Polandia yang diterbitkan dalam jurnal Arc-hives of Sexual Behavior pun menyatakan adanya bukti bahwa ukuran payudara berhubungan positif dengan infeksi pernapasan.
Baca Juga: Lina Mantan Istri Sule Meninggal, Penyakit Lambung Bisa Sebabkan Kematian?
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius