Suara.com - Reynhard Sinaga (36) menggunakan obat gamma-hydroxybutyrate (GHB) yang dicampur dengan alkohol untuk melumpuhkan kondisi korbannya.
GHB sangat mudah dicampurkan ke minuman karena tidak memiliki rasa dan bau. Bentuknya pun dapat berupa cairan, bubuk, maupun pil.
Drug Enforcement Administration (DEA) menuliskan, campuran alkohol dan GHB akan memengaruhi bagian otak yang mengontrol gerakan, koordinasi, memori, kemampuan pengambilan keputusan dan pengaturan suasana hati.
Inilah mengapa korban menjadi tak berdaya ketika sudah mengonsumsinya dan dapat mengalami amnesia sementara. Jadi mereka tidak ingat apapun setelah obat terproses di dalam tubuh. Inilah yang benar-benar terjadi pada setiap korban Reynhard.
"Umumnya, ketika seseorang baru saja dilecehkan secara seksual.. Dalam kasus ini, orang-orang yang terlibat tidak tahu bahwa mereka telah mengalami pelecehan seksual," tutur konselor kekerasan seksual Lisa Watres yang bekerja sama dengan polisi untuk menghubungi korban Reynhard, dikutip dari BBC.
Hal ini membuat para korban tidak langsung mencari bantuan medis setelah mendapat serangan ini. Padahal, ini adalah hal yang penting.
Belajar dari kasus ini, sebenarnya ada beberapa tanda bahwa kemungkinan kita telah dibius dan diserang oleh orang lain, dilansir dari laman University of Wisconsin Stevens Point, yaitu:
- Merasa lebih mabuk daripada yang seharusnya dari alkohol yang dikonsumsi
- Terbangun dengan perasaan kabur dan tidak dapat mengingat semua atau kejadian malam sebelumnya
- Mengingat bahwa malam sebelumnya sudah minum alkohol, namun tidak bisa mengingat kejadian sesudahnya
- Merasa seperti telah melakukan hubungan intim, tetapi tidak dapat mengingat kejadian tersebut
Apabila mengalami tanda-tanda di atas, segera lah mencari pertolongan medis atau menghubungi pihak berwajib.
Hal lainnya adalah berusaha untuk tidak buang air kecil, mandi, mencuci wajah, mencuci tangan, sigat gigi atau rambut, mengganti baju, makan atau minum sebelum pergi, saran Womenshealth.gov.
Baca Juga: Konselor Manchester Ungkap Korban Reynhard Sinaga Alami Dua Trauma
Sebab, dokter kemungkinan akan mengumpulkan bukti serangan dari DNA pelaku yang tertinggal di tubuh korban.
Jangan lupa untuk meminta dokter untuk mengambil sampel urine untuk memeriksa obat-obatan yang dikonsumsi malam sebelumnya.
Namun, ada beberapa obat yang dapat meninggalkan tubuh secara cepat. Artinya, meski sudah melakukan tes urine, obat tidak akan terdeteksi.
Hal penting lainnya adalah jangan takut untuk membicarakan serangan tersebut kepada pihak berwajib atau medis, meski kemungkinan setelah mengalami kekerasan seksual akan merasa malu, takut, bersalah, atau syok.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien