Suara.com - Scott Mele (42) dari Wilmington, North Carolina terbangun dari kecelakaan mobil serius dengan cedera otak traumatis. Siapa sangka, kejadian naas yang menimpanya itu membuatnya mengalami sindrom savant dan memiliki bakat baru.
Dilansir dari WECT yang dihimpun Daily Mail, Scott mengaku ditabrak mobil yang melaju 70 mil per jam. Dia selamat namun mulai menderita kecemasan dan depresi, merasa bukan dirinya yang dulu lagi.
Berbulan-bulan usai pemulihan, ketika dia berada di sebuah toko kerajinan dengan anak-anaknya, Scott mengatakan dia merasakan keinginan untuk melukis.
Padahal, ia tidak memiliki kemampuan artistik sebelumnya, bahkan memegang kuas pun belum pernah. "Saya tidak bisa menggambar sebelum kecelakaan, saya mengerikan," ujarnya pada WECT.
Mantan penjual mobil itu kemudian mendapati bahwa dia tidak hanya suka melukis, tapi juga sangat mahir.
Sejak itu Scott berhenti dari pekerjaan salesnya dan menyelesaikan ratusan lukisan. Ia mengatakan bahwa dia merasa seperti menemukan dirinya kembali.
"Aku mulai pada usia 38 tanpa apa-apa. Dan harus mencari tahu siapa aku dan apa yang akan kulakukan dan bagaimana aku akan sampai di sana," ungkapnya.
Scott Mele adalah satu dari hanya beberapa lusin orang di dunia dengan kondisi medis langka yang dinamakan dengan sindrom savant.
Perkiraan di 2016 menunjukkan bahwa sekitar satu dari satu juta orang memiliki sindrom savant yang didapat secara atipikal dan jauh lebih umum terjadi pada pria daripada wanita.
Baca Juga: Mengenal Sindrom Patah Hati yang Bisa Berujung Fatal
Ini terjadi ketika seseorang dengan autisme atau trauma kepala bangun suatu hari dengan kemampuan yang baru ditemukan untuk mata pelajaran seperti seni, musik atau matematika.
Para ilmuwan tidak memiliki penjelasan mengapa ini bisa terjadi, tetapi percaya bahwa kemampuan seperti itu mungkin tidak aktif pada semua manusia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI