Suara.com - Produk vegan ternyata tidak hanya sebatas makanan saja. Sekarang sudah ada cat kuku vegan yang khusus dibuat bagi orang-orang vegetarian.
Berdasarkan Vegansociety.com, cat kuku vegan merupakan produk yang bebas dari bahan-bahan turunan hewani, tetapi juga dinilai 'rendah toksik' dari kebanyakan cat kuku biasa.
Produk vegan, termasuk cat kuku, akan diuji pada hewan sebelum dipasarkan. Tujuannya sebagai pengukuran keamanan terhadap potensi tuntutan hukum jika konsumen mengalami ancaman terhadap kesehatan setelah menggunakan produk mereka.
Dengan kata lain, produk mereka mengandung bahan kimia keras.
Alasan lainnya mengapa produsen menguji produknya terhadap hewan adalah karena mereka diharuskan oleh hukum untuk melakukannya. Misalnya, setiap produk yang diimpor ke China harus diuji pada hewan.
Sedangkan bahan kosmetik berasal dari hewan yang umum digunakan adalah:
1. Guanine atau sari mutiara alami (CI 75170), zat pengilap yang dihasilkan dari pengolahan sisik ikan.
2. Carmine atau natural red 4 (CI 75470), merupakan pigmen merah cerah yang berasal dari serangga. Pewarna ini tidak hanya digunakan pada produk kosmetik saja, tetapi juga pada makanan.
3. Keratin, merupakan protein hewani yang berasal dari mamalia seperti sapi, kuda, babi, kelinci dan lainnya. Zat ini berfungsi untuk memperkuat rambut, kuku dan bahkan kulit yang rusak.
Baca Juga: Anti Ngantuk, Cat Kuku Beraroma Kopi yang Bisa Berubah Warna Sendiri
Jadi, jika cat kuku mengandung bahan-bahan yang berasal dari hewan dan diuji pada hewan, itu bukanlah produk vegan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?