Suara.com - Demi Lovato mengungkapkan dirinya pernah berjuang melawan rasa tidak percaya diri terhadap penampilan tubuhnya dan berusaha menerima dirinya. Hal itu ia sampaikan dalam sebuah podcast dengan Ashley Garaham, yang disiarkan pada Selasa (17/2/2020).
Ketidakpercayaan diri ini membuatnya mengalami salah satu bentuk gangguan makan. Ia menjadi terobsesi dengan makanan sehat dan olahraga.
Kondisi tersebut, ternyata membuat sang penyanyi menderita overdosis obat pada Juli 2018 silam.
"Aku pikir beberapa tahun terakhir adalah masa pemulihan dari gangguan makan," kata Demi pada Ashley.
Demi menambahkan, ketika dirinya berada di puncak gangguan makan, ia akan berolahraga tiga kali sehari. Bahkan, segera setelah makan, ia akan olahraga. Dan masalah ini sampai menyebabkan aktivitas lain dalam hidupnya terganggu.
Orang yang mengalami kecanduan olahraga seperti Demi ini, bisa melakukannya sampai pada titik olahraga itu dapat mencederai dirinya, mengorbankan kesehatan, hubungan sosial dan bahkan keuangan.
Meski dapat terjadi dengan atau tanpa gangguan makan, penelitian terbaru menemukan orang dengan kelainan makan 4 kali lebih mungkin mengembangkan kecanduan olahraga dibanding populasi umum.
"Aku menyadari gejalaku tidak begitu terlihat tapi itu jelas merupakan gangguan makan," tambahnya.
Gangguan makan ini, dilansir Insider, disebut orthorexia. Sebuah gangguan makan yang membuat seseorang memiliki keharusan untuk makan makanan bersih dan sehat.
Baca Juga: Bermakna Mendalam, Demi Lovato Bikin Tato Baru di Leher
Mungkin sekilas tampak tidak berbahaya, tapi obsesi ini membuat seseorang membatasi apa yang dikonsumsinya, seperti karbohidrat, susu atau buah.
Gangguan makan ini juga dapat menimbulkan perasaan bersalah, malu atau cemas saat mengonsumsi makanan tertentu.
Orthorexia juga dapat terjadi bersamaan dengan jenis-jenis gangguan makan lainnya.
Demi mengaku ia sembuh setelah menjalani proses pemulihan yang melibatkan para ahli, termasuk terapis, ahli diet dan profesional medis lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional