Suara.com - Menkes Akan Kirim Psikolog untuk WNI di Kapal Diamond Princess, Buat Apa?
78 Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di kapal pesiar Diamond Princess belum juga dievakuasi hingga saat ini. Padahal, kapal tersebut sudah bersandar di Pelabuhan Yokohama, Jepang, sejak beberapa hari lalu.
Kekinian, 9 WNI telah dinyatakan positif terjangkit virus Corona Covid-19. Bahkan, mereka mengirimkan sebuah video yang berisi permintaan agar segera dipulangkan ke Tanah Air.
Menanggapi video tersebut, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan pemerintah selalu menjalin komunikasi. Dia menyebut, akan ada tim yang berisi psikolog guna melakukan trauma healing bagi para WNI.
"Ya, kami ini selalu berkomunikasi. Nanti mungkin tim psikologi kita, trauma healing akan terus berkomunikasi. Supaya apa? Teman-teman kita di sana juga menyadari apa sih pentingnya ikut menjaga bangsa dan negara kita. Saya kira nanti juga akan nyaman setelah mereka saling berkomunikasi dengan baik dengan tim trauma healing," kata Terawan di Kantor Kemenko PMK, Senin (24/2/2020).
Menjawab permitaan soal pemulangan para WNI tersebut, Terawan mengklaim jika pemerintah masih bernegosiasi dengan Pemerintah Jepang. Selain itu, pemerintah juga tetap menjaga agar Jepang tidak dianggap menyebarkan virus Corona tersebut.
"Bukan tidak bisa diputuskan, memang perlu negosiasi. Perlu juga dengan kita menjaga pemerintah Jepang. Jangan sampai dianggap sebagai penyebar ke mana-mana juga ndak mau pasti dianggap ikut menyebarkan ke negara lain. Negosiasi dilakukan terus oleh Kementerian Luar Negeri," sambungnya.
Terawan menjelaskan, tim trauma healing akan memastikan kondisi para WNI tersebut. Sehingga, pemerintah bisa tahu apakah mereka sedang kangen dengan keluarga atau sedang bosan.
"Ya nanti tim trauma healing akan datang. Kan tim trauma healing tidak tahu ini traumanya kenapa, apa karena kangen keluarga atau karena bosan. Harus diingat ini ABK yang bekerja di dalam kapal. Itu di tempat kerjanya lho. Bukan kalau kita jadi penumpang," tutup Terawan.
Baca Juga: 9 WNI Terinfeksi Virus Corona di Kapal Pesiar Diamond Princess
Video berdurasi satu menit delapan detik yang dititipkan kepada ABC Indonesia itu ditujukan pada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam video tersebut, sejumlah orang yang mewakili kru Indonesia di atas kapal pesiar meminta pemerintah untuk memulangkan mereka dari kapal Diamond Princess.
Mereka mengkhawatirkan kesehatan dan keselamatan mereka yang berpotensi tertular virus corona.
"Kepada Pak Presiden Jokowi yang terhormat, kami yang berada di Diamond Princess di Yokohama sudah sangat takut, ibaratnya dibunuh pelan-pelan."
"Kami di sini untuk menghidupi keluarga di Indonesia. Jangan biarkan kami sakit dan mati perlahan-lahan karena kelamaan dievakuasi," tutur salah satu di antara sepuluh orang kru yang ada di video tersebut.
Mereka juga meminta pemerintah tidak menjemput mereka dengan kapal laut yang memakan waktu dua minggu perjalanan sampai ke Jepang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026