- Data WHO 2022 menunjukkan Indonesia mencatat 408 ribu kasus kanker baru dengan hampir 242 ribu kematian.
- Pencegahan kanker menekankan pentingnya gaya hidup sehat, kelola stres, serta nutrisi seimbang dan bahan alami.
- Ahli gizi Emilia Achmadi menekankan pentingnya pendekatan holistik.
Suara.com - Dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia setiap 4 Februari, kesadaran terhadap pentingnya menjaga kesehatan tubuh kembali digaungkan. Kanker masih menjadi tantangan serius, baik di Indonesia maupun dunia. Data Globocan 2022 dari WHO mencatat lebih dari 408 ribu kasus kanker baru di Indonesia dengan hampir 242 ribu kematian. Secara global, International Agency for Research on Cancer (IARC) memproyeksikan angka kasus kanker dapat menembus lebih dari 35 juta kasus baru per tahun pada 2050 apabila tren saat ini terus berlanjut.
Kondisi ini menegaskan urgensi langkah preventif yang berkelanjutan. Kanker terjadi ketika sel berkembang biak secara tidak terkendali dan agresif, menyerap energi yang seharusnya digunakan tubuh untuk fungsi normal. Karena itu, pendekatan menyeluruh melalui gaya hidup sehat, pengelolaan stres, serta asupan nutrisi seimbang menjadi kunci penting dalam menjaga kualitas hidup.
Selain pola hidup sehat, pemanfaatan bahan alami juga kerap menjadi bagian dari upaya menjaga daya tahan tubuh. Madu, misalnya, dikenal mengandung antioksidan seperti flavonoid yang membantu melindungi sel dari paparan radikal bebas. Berbagai tanaman herbal seperti temu putih, temulawak, daun kelor, dan meniran hijau juga telah lama digunakan secara tradisional untuk mendukung kesehatan tubuh.
Ahli gizi Emilia Achmadi menekankan pentingnya pendekatan holistik.
“Kanker bisa muncul pada siapa saja dengan rangsangan yang berbeda. Karena itu, penting menerapkan gaya hidup sehat, menghindari faktor pemicu, dan memberikan perlindungan tambahan melalui asupan bergizi serta bahan alami yang mendukung daya tahan tubuh,” ujarnya.
Sejalan dengan momentum ini, PT Etos Kreatif Indonesia melalui produk Madu Herbal Zymuno turut mengampanyekan pentingnya proteksi kesehatan berbasis bahan alami. Produk ini memadukan madu dengan ekstrak herbal seperti temu putih, temulawak, daun kelor, dan meniran hijau yang secara tradisional dimanfaatkan untuk membantu memelihara kondisi kesehatan.
“Hari Kanker Sedunia menjadi pengingat bahwa pencegahan bisa dimulai dari langkah sederhana dan konsisten,” ujar Direktur Operasi dan Komersial PT Etos Kreatif Indonesia, Andik Duana Putra.
Langkah sederhana yang dimaksud misalnya menjaga pola makan seimbang, rutin berolahraga, mengelola stres, serta memilih asupan bernutrisi menjadi fondasi penting dalam menjaga kesehatan secara menyeluruh.
Momentum ini menjadi pengingat bahwa upaya menjaga tubuh tetap sehat dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten—karena pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan.
Baca Juga: Lebih dari Sekadar Sembuh: Ini Rahasia Pemulihan Total Pasien Kanker Anak Setelah Terapi
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?