Suara.com - Menkes Terawan Ungkap Alasan ABK World Dream Dijemput Lebih Dulu, Kenapa?
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan pemerintah lebih memfokuskan penjemputan 188 WNI di kapal pesiar World Dream daripada Diamond Princess.
Dikatakan Menkes Terawan, kapal World Dream saat ini bersandar di perairan internasional dekat Bintan karena ditolak bersandar. Sementara kapal Diamond Princess sudah bersandar di pelabuhan Yokohama, dan dalam pengawasan otoritas Jepang.
Tak hanya itu, ada alasan lain mengapa prioritas penjemputan dilakukan pada WNI di kapal World Dream. Hasil pemeriksaan kesehatan ekstensif menunjukkan seluruh WNI yang menjadi awak kapal tersebut bebas dari virus corona Covid-19, demikian pula seluruh penumpang kapal yang telah meninggalkan kapal pada pelayaran terakhir 9 Februari 2020 dari Hong Kong.
"Kita memang konsentrasi ke Dream World dulu ini jalan. Melihat riwayat perjalanannya saya menduga, saya memperkirakan, ini kemungkinan besar bisa clear karena itu saya izinkan semuanya bisa masuk dengan baik ke wilayah Indonesia dan bisa diobservasi 14 hari. Tapi tetap aja, kehati-hatian itu harus dilaksanakan, makanya harus dibawa ke pulau yang kalau bisa tidak ada penduduknya. Ada prinsip kehati-hatian," kata Menkes Terawan di Istana Presiden, Selasa (25/2/2020), dilansir Antara.
Rencananya KRI Dr Soeharso-990, kapal rumah sakit milik TNI Angkatan Laut, akan berangkat menjemput 188 WNI di kapal tersebut pada Kamis (26/2) untuk dibawa ke Pulau Sebaru Kecil di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.
"Kira-kira besok pukul 10.00 itu bisa kapal ke kapal," kata Terawan.
Hal senada juga diungkapkan oleh Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, dr Achmad Yurianto, dalam teleconference di Kementerian Kesehatan sore tadi. Ia mengatakan observasi akan dilakukan pukul 10.00 WIB.
Tim yang diturunkan untuk melakukan observasi seluruhnya sebanyak 30 orang, sudah termasuk tim kesehatan.
Baca Juga: Beda Nasib WNI di World Dream, Menkes: Diamond Princess Ada Hal-hal Khusus
Menurut Yurianto, karantina di Sebaru akan sama seperti saat karantina WNI dari Wuhan, China, di Natuna.
"Di pulau Sebaru ini terdiri dari subtim yang menangani pemantauan kesehatan mereka setiap hari. Kita akan melakukan seperti di Natuna, kita akan lakukan cek kesehatan pagi dan sore," jelasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga
-
Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental
-
Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026
-
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat