Suara.com - Ahli medis menyarankan untuk mencuci tangan pakai air dan sabun untuk mencegah penularan virus corona Covid-19. Tetapi, banyak orang juga sedia hand sanitizer untuk membersihkan tangan ketika berpergian.
Karena itu, ahli medis juga menyarankan orang-orang untuk membeli hand sanitizer berbasis alkohol yang lebih ampuh membunuh kuman dan virus.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), orang juga perlu memperhatikan lamanya waktu membersihkan tangan pakai hand sanitizer, yakni setidaknya 20 hingga 30 detik seperti cuci tangan pakai sabun dan air.
Jika tidak, membersihkan tangan pakai hand sanitizer mungkin tidak akan mampu membunuh kuman dan mencegah virus corona Covid-19.
Selain itu dilansir oleh The Sun, ada langkah-langkah yang perlu dipahami ketika membersihkan tangan pakai hand sanitizer, yaitu:
1. Oleskan hand sanitizer ke seluruh permukaan salah satu telapak tangan.
2. Gosokkan kedua telapak tangan.
3. Bersihkan punggung jari tangan satu menggunakan tangan satunya secara bergantian.
4. Bersihkan sela-sela jari kedua telapak tangan.
5. Gosok rotasi ibu jari kiri yang menggenggam menggunakan telapa tangan kanan dan sebaliknya.
6. Gosok ujung jari tangan kanan di telapak tangan kiri dan sebaliknya
Semua langkah membersihkan tangan pakai hand sanitizer itu harus dilakukan selama 20 hingga 30 detik. Setelah kering dan semua langkah selesai, maka tangan Anda sudah bersih dan aman.
Selain hand sanitizer, banyak orang berpendapat vodka dan lidah buaya bisa membantu membersihkan tangan. Tetapi, para ahli memeringatkan untuk tidak membuat hand sanitizer sendiri untuk mencegah virus corona Covid-19.
Karena, takaran alkohol yang tidak tepat mungkin tidak bisa membunuh virus corona Covid-19. Setidaknya, Anda butuh 60 persen alkohol untuk membunuh virus corona.
Baca Juga: Virus Corona Mewabah di Eropa, Turki Nyatakan Bebas Covid-19
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026