Suara.com - Kasus infeksi virus corona Covid-19 tercatat hampir menembus angka 200 ribu. Dilaporkan worldometers.info secara real time pada Rabu (18/3/2020) pukul 08.40 WIB, jumlah kasus infeksi di seluruh dunia mencapai total 198.349.
Sebanyak 101.606 pasien kini sedang berada dalam perawatan dengan rincian 101.190 berada dalam kondisi ringan, sementara 6.416 di antaranya berada dalam kondisi kritis atau serius.
Pasien sembuh mencapai 82.763 jiwa dengan terbanyak berada di China. Sementara pasien meninggal dunia tercatat berada pada angka 7.980.
Meningkatnya kasus di Israel membuat negara tersebut memberlakukan aturan untuk warga tetap berada di rumah dan hanya keluar untuk kebutuhan dan layanan vital. Total kasus hingga hari ini mencapai 337, 11 di antaranya sembuh dan belum ada kasus meninggal dunia.
"Berbelanja makanan hanya diperbolehkan jika tak ada pilihan layanan antar. Taman, pantai, dan mal akan dibatasi. Warga hanya diperbolehkan berolahraga di luar rumah selama 10 menit jika tak ada orang di sekitarnya," demikian dikutip dari situs Thomson Reuters Foundation News.
Di Italia sebagai negara dengan kasus terbanyak di Eropa dan luar China, tercatat ada 3.526 kasus dan 345 kematian baru. Area Bergamo di Lombardy (pusat penyebaran virus corona di Italia) mengaku kehabisan kasur rawat inap intensif.
Kasus penyebaran infeksi positif virus corona atau Covid-19 di Indonesia juga terus meningkat dari waktu ke waktu. Per Selasa (17/3/2020), pasien positif virus corona bertambah dari 134 menjadi 172 kasus.
"Ada penambahan kasus baru lagi sebanyak 20 orang dari pemeriksaan spesimen yang dilakukan Badan Litbang Kesehatan, dan ditambah lagi 6 orang dari spesimen yang diperiksa oleh Universitas Airlangga, sehingga total saat ini 172 kasus. Yang meninggal tetap 5 orang," kata Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui akun YouTube BNPB Selasa sore.
"Penambahan terbanyak dari provinsi DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Riau," ujarnya lagi.
Baca Juga: Wadidaw! Pamer Negatif Virus Corona, Justru Positif HIV
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata