Terapi ini untuk pasien yang mengalami kesulitan hubungan, penyakit medis, dan lain-lain. Kelompok berkumpul di tempat pribadi selama 1 hingga 2 jam setiap minggu.
4. Terapi electroconvulsive (ECT)
Terapi ini umumnya dilakukan oleh pasien dengan depresi berat dan kondisi mental lainnya. Ini melibatkan transisi arus listrik yang stabil melalui otak, untuk memicu aktivitasnya dan meringankan gejala penyakit mental.
ECT diberikan untuk jangka waktu satu bulan dengan interval tertentu dan lebih aman serts lebih efektif dibandingkan dengan pengobatan dengan obat-obatan.
5. Hipnoterapi
Hipnosis menginduksi kondisi trance-like (bawah sadar) di mana kontrol pikiran secara sadar ditekan dan pikiran bawah sadar diungkapkan, di mana hipnotis dapat memahami keadaan pikiran pasien.
Hipnoterapi digunakan untuk mengobati gangguan terkait stres seperti insomnia dan kondisi lainnya, diperburuk oleh ketegangan seperti sindrom iritasi usus, psoriasis, eksim, dll.
6. Terapi akunpuntur
Prinsip dasar terapi ini adalah merangsang titik-titik dalam tubuh dengan menggunakan jarum untuk memperbaiki penyimpangan dalam aliran energi melalui saluran yang dikenal sebagai meridian. Ini terutama digunakan untuk mengobati kecemasan dan depresi.
Baca Juga: Psikosomatik, Ketika Stres Dapat Menyebabkan Sakit Fisik
7. Terapi abreaksi
Ini adalah terapi yang digunakan untuk menghilangkan emosi yang terkait dengan peristiwa traumatis. Durasi yang dibutuhkan untuk terapi ini lebih lama jika dibandingkan dengan terapi lain, dan tidak digunakan secara luas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?