Suara.com - Per hari ini, Jumat (27/3/2020), terjadi penambahan jumlah kasus positif virus corona Covid-19 di Indonesia yang signifikan. Dilaporkan oleh Achmad Yurianto, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, ada 153 kasus baru, sehingga total kasus menjadi 1.046.
"Sekali lagi, ini menggambarkan bahwa masih ada penularan penyakit ini di tengah masyarakat kita. Masih ada sumber penularan dan masih ada kontak dekat yang terjadi," paparnya dalam konferensi pers melalui akun YouTube BNPB.
Ia kembali menegaskan kepada masyarakat untuk mematuhi menjaga jarak pada kontak sosial, baik di luar rumah maupun dalam rumah. Setidaknya 1,5 sampai 2 meter, agar tidak memberikan peluang besar terjadinya penularan dari orang yang positif.
Khususnya pada anak muda atau yang berusia muda yang masih memiliki daya tahan tubuh yang sehat. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang tidak memerhatikan hal ini.
Pada kelompok usia muda dengan daya tahan tubuh yang baik, infeksi bisa saja terjadi dan tidak menimbulkan keluhan apapun. Atau mungkin menimbulkan keluhan yang ringan sekali.
Seperti demam yang tidak terlalu tinggi, mungkin disertai batuk atau pilek biasa yang seringkali dimaknai bukan sakit yang serius. Sehingga tanpa disadari, kondisi tubuh yang penuh dengan virus disebarkan ke mana-mana.
"Melalui kontak dekat dengan orang lain di luar rumah, atau kontak dekat dengan saudara-saudaranya di rumah," kata Yurianto.
Yang dikhawatirkan apabila virus ini mengenai kelompok-kelompok yang rentan, baik karena usia tua atau karena ada penyakit yang mendahului, maka dampak yang muncul bisa jadi lebih serius, tidak seperti pada anak muda yang memiliki daya tahan tubuh yang baik.
Itu sebabnya, ia mengimbau kembali untuk tetap menjaga jarak tak hanya di luar rumah, namun juga di dalam rumah. Misalnya, jika memungkinkan menggunakan kamar sendiri, atau memisah tempat tidur, tidak makan bersama-sama, dan tidak menggunakan alat makan dan minum yang sama.
Baca Juga: Cegah Covid Meluas, Gubernur Jabar Keluarkan Maklumat Larangan Mudik
"Ini yang menjadi penting, karena kalau tidak kita laksanakan, penambahan kasus akan terus saja terjadi. Apalagi sekarang kita sudah tak tahu lagi pasti siapa di luar yang bertemu dengan kita itu sakit atau tidak," lanjutnya.
Selain itu, terkait menjelang Lebaran dan mudik, Yurianto juga mengimbau masyarakat untuk menunda mudik atau bepergian yang jauh hingga kondisi ini menjadi jauh lebih baik.
"Saya optimis dan sangat meyakini karena sebenarnya bekerja sama, bergotong royong, saling toleransi, itu modalitas dasar kita sebagai bangsa Indonesia. Inilah kepribadian yang sebenarnya," tandasnya.
Sementara itu, ada 11 pasien yang sudah dinyatakan sembuh dan boleh pulang, menjadikan total kesembuhan mencapai 46 orang. Sementara pasien meninggal dunia bertambah 9 orang, menjadikannya total 87 orang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang