Suara.com - Jeritan kelangkaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga kesehatan yang menangani pasien virus corona atau Covid-19 makin sering terdengar beberapa hari belakangan.
Sejumlah tenaga medis bahkan harus menggunakan jas hujan sekali pakain untuk menggantikan hazmat suit. Kondisi yang demikian tentunya mengancam nyawa tenaga medis.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) dr. Kuntjoro Adi Purjanto, M.Kes mengatakan standar kebutuhan tenaga medis, minimal 20 APD per hari.
"Sebenarnya kalau bicara ideal kita ambil aja apa yang disampaikan Dokter Syahril, dokter penyakit paru dan pada saat diakusi di PERSI. Di sana itu standarnya, satu pasien itu untuk petugas itu di rata-rata (butuh) 20 APD. Kebutuhan satu orang untuk 1 hari," ujar dr. Kuntjoro kepada Suara.com Sabtu (28/3/2020).
Ia mengatakan 20 APD itu bukan ukuran mutlak, karena bisa saja berubah menjadi 18 APD dengan ketentuan ketat yang harus dilakukan.
Pada dasarnya, kata dr. Kuntjoro sebenarnya ada produsen tekstil yang membuat APD dengan kualitas terbaik. APD itu bisa digunakan selama 10 kali, tapi produsen dan pembuatannya sangat terbatas.
"Produsen di tekstil bikin kebutuhan standar yang maksimal. Satu APD bisa dipakai untuk 10 kali, dengan cara (dan aturan tertentu), kan lumayan," katanya.
Lulusan Magister Manajemen RS UGM itu juga mengungkap jika kebutuhan APD berbeda dengan masing-masing job desk mereka yang berkerja di rumah sakit, puskesmas maupun klinik. Sebagai satpam, petugas adiministrasi, perawat hingga dokter.
"Ini APD-APD ini ada peruntukkannya untuk satpam, sopir ambulan, untuk petugas laundry. Selain dokter perawat, atau petugas gizi dan sebagainya, tentu ada aturannya. Oh yang diisolasi begini, di ruang negatif bagaimana, di ruang operasi bagaimana, itu ada SOP nya," tutupnya.
Baca Juga: Riset Obat Baru Corona, Unair: Moga Lebih Ampuh dari Avigan dan Klorokuin
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan