Suara.com - Masyarakat dunia sudah lama menggunakan ramuan alamiah dalam meningkatkan daya tahan tubuh.
Di Amerika Utara sana, ada tumbuhan echinacea purpurea, bunga liar berwarna ungu yang dianggap dapat meningkatkan imunitas dan meredakan nyeri.
Tapi belum lama ini tersebar kabar bahwa kandungan echinacea dalam suplemen kesehatan malah memberikan kontraindikasi pada pasien penyakit pernafasan seperti SARS dah Covid-19.
Hal tersebut langsung dibantah oleh SOHO Global Health, produsen suplemen kesehatan Imboost yang menggunakan khasiat echinacea dalam produknya.
DR. Raphael Aswin Susilowidodo, ST, M.Si, Vice President Research & Development and Regulatory SOHO Global Health menjelaskan, informasi tentang kontraindikasi penggunaan suplemen imun pada pasien Covid-19 tidak memiliki rujukan klinis yang valid.
Kontraindikasi tersebut utamanya terjadi karena adanya anggapan echinacea dapat meningkatkan IL-6 atau interleukin-16 yang menyebabkan peradangan akut hingga kronis pada pasien.
"Echinacea purpurea memiliki manfaat sebagai immunomodulator, yang berarti echinacea dapat mengatur kerja sistem imun tubuh," sanggah Aswin dalam keterang pers yang diterima Suara.com.
Ia juga menjelaskan bahwa enchinacea purpurea memainkan fungsi yang dapat menyesuaikan kebutuhan tubuh ketika sehat dan ketika menderita infeksi.
Pada tubuh orang sehat, kata Aswin, echinacea berperan meningkatkan pertahanan tubuh dengan meningkatkan kerja imun seperti fagositosis, natural killer cell yang diperlukan tubuh untuk mengeliminasi benda asing atau patogen yang masuk seperti virus dan akteri.
Baca Juga: Pentingnya Peran Orang Tua Atasi Kecanduan Gadget pada Anak
Echinacea juga dianggap berperan menyeimbangkan level sitokin dalam tubuh.
Sementara pada tubuh yang menderita infeksi, Aswin menjelaskan peran modulasi echinacea lebih ke arah untuk menghambat pembentukan IL-6, sehingga jumlah sitokin pro-inflamasi dapat dikurangi.
"Apabila jumlah sitokin pro-inflamasi tidak dibatasi maka komplikasi yang terjadi dapat berupa badai sitokin yang dapat berakibat fatal," tambahnya.
Berdasarkan penjelasan tersebut, Aswin menyimpulkan bahwa bunga echinacea aman digunakan dan tidak dikontraindikasikan untuk kasus infeksi salah satunya Covid-19.
Di dunia barat, bunga berwarna ungu yang masuk famili kenikir tersebut telah ratusan tahun dipercaya mampu memelihara kesehatan, meningkatkan kekebalan tubuh, meredakan nyeri dan mengurangi gejala common cold (selesma) dan flu.
"Belum ada studi tentang hubungan antara Covid-19 dengan konsumsi echinacea dan propolis, maka penarikan kesimpulan tentang kontra-indikasi Covid-19 yang terlalu dini. Oversimplifikasi dan jump to conclusion perlu dihindari," tambah Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), DR. (Cand.) dr. Inggrid Tania, M.Si.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius