Suara.com - Bagaimana jadinya jika Anda mengalami gejala corona Covid-19 seperti batuk, demam, hingga sesak napas ringan, namun dengan kondisi yang masih stabil dan tidak termasuk orang dengan risiko tinggi?
Umumnya, jika mengalami kondisi seperti itu, seseorang direkomendasikan untuk isolasi mandiri diri di rumah.
"Orang dengan Covid-19 yang menglami keluhan sedikit, bisa pemulihan di rumah," kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS.
"Jangan pergi, kecuali untuk mendapatkan perawatan medis," CDC menambahkan. Jika berada dalam situasi tersebut, maka ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan.
1. Persiapan
Pada kondisi pandemi dan karantina, Anda perlu melakukn persiapan dengan mendaftar keluarga dan orang-orang terdekat seperti tetangga. Bertukar nomor dengan orang terdekat lalu catat apakah dari mereka ada yang memiliki keluhan atau berkebutuhan khusus.
Dilansir dari CNN, Anda juga perlu mencatat nomor darurat seperti penyedia perawatan kesehatan, rumah sakit, ambulans, dan lain sebagainya.
Barang-barang wajib:
- Termometer yang berfungsi untuk memantau demam dan alat untuk membersihkannya, seperti alkohol Isopropyl.
- Obat penurun demam, seperti acetaminophen.
- Satu kotak karet atau sarung tangan karet sekali pakai dan masker.
- Pasokan 60 atau 90 hari obat resep yang diperlukan.
- Sabun biasa dan pembersih tangan berbahan dasar alkohol 70%.
- Tisu untuk menutupi bersin dan batuk, tapi tetap jangan menimbunnya.
- Persediaan pembersih rutin, seperti sarung tangan pembersih dapur dan liner tempat sampah.
- Persediaan pembersih disinfektan
Baca Juga: Minta Warga Jangan Tolak Jenazah Covid-19, MUI: Ini Bukan Azab
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin