Suara.com - Langkanya persediaan masker medis, membuat sejumlah orang memilih mengenakan masker kain atau masker DIY. Di sisi lain, masker bedah dan masker N95 juga lebih dibutuhkan oleh petugas medis yang berada di garda terdepan untuk melawan pandemi ini.
Di New York City sendiri, para pejabat telah menyarankan masyarakatnya untuk mengenakan masker ketika berpergian ke tempat umum. Cara ini bisa membantu mencegah penyebaran virus corona Covid-19.
Karena itu, orang-orang di New York City mengenakan masker kain untuk melindungi dirinya. Tetapi, apakah masker kain bisa melindungi diri dari virus corona Covid-19?
Kain kaos atau syal memang bisa dimanfaatkan sebagai masker kain, pengganti masker medis bagi masyarakat umum. Masker kain ini cukup aman digunakan karena bisa menutup hidung dan mulut.
Tetapi, masker kain tidak bisa melindungi diri dan mencegah penularan virus corona Covid-19. Berbeda dengan masker bedah dan masker N95 yang memang diperuntukan bagi tim medis dan orang sakit.
"Masker wajah tidak selalu bisa mencegah seseorang dari virus corona Covid-19. Tapi, masker ini bisa mencegah penyebaran kuman yang kamu miliki," kata Dr. Deborah Spicehandler, wakil ketua penyakit menular di Rumah Sakit Westchester Utara dikutip dari NY Post.
Selain itu, penggunaan masker kain ini bisa membantu seseorang mencegah tangannya menyentuh area wajah, seperti mulut, hidung dan mata. Karena, kebiasaan menyentuh wajah itu bisa menularkan virus jika tangan Anda baru saja menyentuh permukaan yang terkontaminasi.
"Ingat virus-virus ini bersifat mikroskopis yang bisa menyebar atau menembus sesuatu yang berlubang," jelasnya.
Deborah juga menjelaskan bahwa penggunaan masker kain pun masih bisa menimbulkan bahaya atau menularkan virus ke orang lain. Karena itu, cara penggunaan masker bentuk apapun juga tetap ada aturannya, termasuk masker kain.
Baca Juga: Makan 1 Buah Nanas Utuh Setiap Hari, Ini yang akan Terjadi pada Tubuh!
Ketika, Anda mengalami gejala infeksi virus corona Covid-19, seperti batuk dan pilek. Lalu, Anda menggunakan masker kain dan berpergian ke supermarket.
Langkah Anda memakai masker sudah cukup melindungi orang lain, terutama jika Anda membawa ancaman virus itu.
Tapi, Anda perlu melepas masker dan memasukkannya ke kantong plastik setelah keluar dari supermarket. Anda juga bisa langsung mencucinya dan memasukkannya ke mesin pengering setelah pulang.
Meski begitu, Deborah mengingatkan bahwa semua orang jangan terlalu merasa aman hanya dengan penggunaan masker. Semua orang tetap perlu menjaga jarak sosial dan mencuci tangan teratur.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
Terkini
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan