Suara.com - Duh, Kandungan Gula di Susu Formula Ternyata Lebih Tinggi dari Minuman Soda.
Sebuah penelitian baru mengungkapkan kekhawatiran tentang kadar gula dalam susu formula bayi. Dalam beberapa kasus disebut bahwa kadar gula pada susu formula bisa mencapai dua kali lipat dari kadar minuman bersoda.
Para peneliti menemukan bahwa susu formula siap minum untuk bayi di bawah 12 bulan ditemukan mengandung sebanyak 8,7 gram gula tambahan per 100 mililiter. Jumlah itu dua kali lipat lebih banyak dibanding minuman bersoda yang hanya 4,6 gram gula per 100 mililiter.
Temuan ini cukup mengkhawatirkan mengingat bahwa cukup banyak perempuan yang memberikan susu ini untuk buah hatinya. Penelitian ini dilakukan oleh Gemma Bridge, dari Universitas Leeds Beckett, dan Profesor Raman Bedi, profesor kesehatan mulut transkultural di King's College London.
Mereka telah memperingatkan bahwa gula dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan bagi anak-anak, termasuk obesitas dan kerusakan gigi. Susu dengan gula terbanyak, 8,7g, setara dengan dua sendok teh, yang juga melebihi batas yang direkomendasikan Parlemen Eropa untuk bayi 7,5g per 100ml.
Peneliti menyarankan bahwa susu formula mengandung begitu banyak gula karena rasa manis alami ASI. Sebagai informasi, ASI sendiri dapat mengandung sebanyak 7g gula, tetapi secara alami itu merupakan laktosa yang secara khusus disesuaikan dengan kebutuhan bayi.
"Meskipun manis dan berenergi tinggi, gula utamanya laktosa, kandungannya khusus untuk kebutuhan bayi yang sedang tumbuh,"kata temuan tersebut.
Sebaliknya, susu formula mengandung gula tambahan seperti sirup jagung, yang ditambahkan selama produksi dan tidak ditemukan dalam ASI. Ini buruk bagi bayi karena konsumsi tinggi gula tambahan dapat menyebabkan kerusakan gigi, pola makan yang buruk dan menyebabkan obesitas pada anak-anak.
Penelitian yang dipublikasikan dalam British Dental Journal itu juga mengklaim bahwa beberapa produsen susu formula mempromosikan penggunaannya bisa menggantikan ASI. Ini akan melanggar aturan Organisasi Kesehatan Dunia.
Baca Juga: Makin Tinggi! Jumlah Pasien Positif Corona di Indonesia Tembus 2.092 Orang
Oleh karena itu penulis studi sekarang menyerukan peraturan yang lebih ketat di industri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun