- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons insiden truk menabrak jembatan di Tendean dan Matraman pada pertengahan Juli 2026.
- Pemerintah akan menindak tegas sopir lalai dengan ancaman pencabutan izin bagi individu yang terbukti melanggar aturan lalu lintas.
- Pihak perusahaan pemilik armada truk juga akan mendapatkan sanksi teguran untuk memastikan kepatuhan standar keselamatan operasional di Jakarta.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung angkat bicara soal rentetan insiden truk bermuatan berat yang tersangkut jembatan di ibu kota dalam beberapa hari terakhir.
Pernyataan itu disampaikan Pramono di Balai Kota, Jumat (17/7/2026), menanggapi tuntutan publik agar ada sanksi tegas bagi sopir truk yang menyebabkan kerusakan fasilitas umum.
Dua insiden yang menjadi sorotan adalah truk yang menabrak Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Tendean serta truk molen yang tersangkut di kolong Jembatan Kereta Api Matraman.
Pramono menegaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Kepala Korps Lalu Lintas Polri (Kakorlantas) terkait penindakan kasus tersebut.
"Siapapun yang melakukan itu, ditindak sekeras-kerasnya," tegas mantan Sekretaris Kabinet itu.
Tak berhenti di situ, Pramono membuka opsi pencabutan izin bagi sopir yang terbukti lalai.
"Kalau perlu lisensi atau izinnya dicabut," ucap dia.
Yang menarik, ancaman sanksi Pramono tidak berhenti pada sopir sebagai individu, melainkan menyasar perusahaan pemilik armada truk.
"Kalau kemudian perusahaannya juga masih melakukan yang sama, maka perusahaan yang akan mendapatkan teguran karena tidak menyiapkan sopir yang tertib dan sebagainya," kata orang nomor satu di Jakarta saat ini.
Pramono beralasan, penindakan tegas ini diperlukan agar aktivitas warga Jakarta tidak lagi terganggu oleh insiden serupa.
Baca Juga: Liga Aspal Ramai di Jakarta, Pramono Janji Bangunkan Sarana Olahraga
"Nggak boleh Jakarta terganggu dengan hal-hal yang seperti itu," katanya.
Sebagai catatan, insiden di JPO Tendean terjadi pada Selasa (14/7/2026) dini hari, saat truk towing pengangkut alat borepile menghantam badan jembatan hingga rusak parah.
Dua hari berselang, kejadian serupa terulang di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, saat truk molen tersangkut di kolong jembatan jalur rel kereta pada Kamis (16/7/2026) dini hari.
Meski sama-sama dipicu oleh kelalaian sopir yang tidak memperhitungkan batas ketinggian kendaraan, insiden di Matraman dipastikan tidak menimbulkan kerusakan struktur jembatan seperti di Tendean.
Berita Terkait
-
Liga Aspal Ramai di Jakarta, Pramono Janji Bangunkan Sarana Olahraga
-
JPO Tendean Dibongkar, Pramono Siapkan Zebra Cross Sementara dan Jembatan Baru
-
JPO Berulang Kali Ditabrak Truk, Dishub DKI Siapkan Rambu Batas Ketinggian
-
JPO Tendean Roboh Jadi Alarm! Dishub DKI Segera Pasang Rambu Batas Tinggi di Jembatan hingga Flyover
-
4 Tahun Mangkrak Usai Kebakaran, Pramono Buka Pintu bagi Investor Rombak Jakarta Islamic Centre
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Jakarta Punya Gaya! Serunya 'BRI Wellness Experience' di Jantung Kota
-
5 Serum Pencerah yang Efektif Pudarkan Flek Hitam, Mulai Rp70 Ribuan
-
Truk Berat di Jakarta Bikin Ribut, Izin Sopir Siap-siap Dicabut
-
Paradigma KUHP Berubah, Otto Hasibuan Minta Aparat Tinggalkan Pola Pikir Lama
-
Masalah Timnas Inggris Lebih dari Sekedar Taktik, Thomas Tuchel Singgung DNA Tiga Singa
-
Dilema Pekerja Digital Masa Kini: Saat Jam Kerja Tak Lagi Punya Batas
-
Cara Membersihkan Tali Jam Tangan Kulit yang Benar agar Tidak Cepat Retak
-
BGN Cuma Mampu Serap Anggaran Belanja 60,49 Persen, Masih Ada Sisa Rp 33,6 Triliun
-
4 HP dengan Baterai 8000 mAh Plus Tahan Hingga 2 Hari, RAM 8 GB Cocok Buat Ojol
-
Merawat Budaya Lewat Kopi, Cublak Suweng Hadir dengan Cerita dan Filosofi Nusantara