Suara.com - Pada Jumat (3/4/2020) kemarin Selena Gomez dan Miley Cyrus terlibat dalam sebuah percakapan secara daring. Dalam percakapan tersebut mantan kekasih Justin Bieber itu mengungkapkan dirinya beberapa waktu lalu didiagnosis mengidap gangguan bipolar.
Dalam tayangan Instagram Bright Minded, secara terbuka Selena mengatakan kondisi kesehatannya.
"Baru-baru ini aku pergi ke salah satu rumah sakit jiwa terbaik di Amerika, Rumah Sakit McLean, dan aku membahas berbagai hal yang aku lalui selama beberapa tahun, aku menyadari bahwa aku bipolar," tuturnya, dikutip dari CNN Internasional.
Kendati dirinya mengidap gangguan jiwa tersebut, pelantun Lose You To Love Me ini mengaku tidak takut.
"Jadi aku mengetahui lebih banyak informasi, itu sebenarnya membantuku," tambahnya.
Berdasarkan National Institute of Mental Health, gangguan bipolar ditandai dengan perubahan suasana hati yang ekstrem. Gangguan mental ini menyebabkan perubahan suasana hati, energi, tingkat aktivitas, konsentrasi, dan kemampuan yang tidak biasa untuk melakukan tugas sehari-hari.
Ada tiga jenis gangguan bipolar. Ketiga jenis ini melibatkan perubahan yang jelas dalam suasana hati, energi, dan tingkat aktivitas.
Suasana hati ini berkisar dari periode perilaku yang sangat 'naik', yang mana ditandai dengan kegembiraan, mudah marah, atau berenergi. Periode ini juga dikenal sebagai periode mania.
Sedangkan periode mania yang lebih ringan atau tidak terlalu ekstrem perubahan suasana hatinya disebut hipomania.
Baca Juga: Selena Gomez Pernah Dapatkan Pelecehan Emosional dari Justin Bieber
Selanjutnya periode 'terpuruk', di mana pengidapnya akan merasa sedih, acuh tak acuh, atau bahkan seakan tanpa harapan. Ini disebut dengan periode depresif.
Gangguan bipolar biasanya didiagnosis selama remaja akhir atau dewasa awal. Terkadang gejala bipolar juga dapat muncul pada anak-anak.
Meskipun gejalanya dapat bervariasi dari waktu ke waktu, gangguan bipolar biasanya membutuhkan perawatan seumur hidup.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
Terkini
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital