Suara.com - Demi Kekebalan Tubuh, Ini Anjuran Frekuensi Olahraga untuk Tangkal Corona
Manfaat olahraga bukan sekadar bikin berkeringat. Pakar mengungkap, olahraga bermanfaat untuk kekebalan tubuh, dan bisa jadi salah satu cara untuk menangkal virus Corona Covid-19 yang tengah mewabah.
Olahraga bisa membuat Anda merasa lebih tenang dan membantu mencegah diri terinfeksi virus corona Covid-19 secara efektif.
Tapi, Anda perlu mengetahui persis berapa banyak dan lamanya latihan fisik yang disarankan sebelum keluar lingkungan rumah untuk olahraga. Karena, olahraga terlalu berat dan lama atau tidak seimbang juga buruk bagi kesehatan tubuh.
Sebuah penelitian telah membuktikan bahwa olahraga bisa memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Karena itu, latihan fisik rutin dalam intensitas sedang bisa memberikan efek positif dengan mengurangi kerentanan kita terhadap infeksi.
Di sisi lain, terlalu banyak olahraga juga bisa memberikan efek sebaliknya yaitu kita lebih rentan terhadap penyakit.
Secara khusus, tingkat olahraga yang benar bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang membantu melawan patogen penyebab penyakit.
"Olahraga teratur adalah cara terbaik untuk mendukung sistem kekebalan tubuh. Karena olahraga membantu mendukung sirkulasi darah dengan baik. Kondisi ini memungkinkan sel-sel kekebalan tubuh melakukan fungsinya dengan baik," kata Frankie Brogan, Ahli Nutrisi Senior di Pharma Nord UK dikutip dari The Sun.
Menurut sebuah penelitian dalam British Journal of Sprots Medicine, orang yang olahraga lima hari atau lebih dalam seminggu memiiki risiko 46 persen lebih kecil untuk terserang virus flu atau pernapasan. Berbeda dengan mereka yang hanya olahraga seminggu sekali atau tidak sama sekali.
Baca Juga: CEK FAKTA: Makan Pisang Bisa Mencegah Virus Corona Covid-19?
Meski begitu, orang yang lebih bugar juga bisa terinfeksi virus corona Covid-19. Tetapi, gejalanya tidak terlalu parah dan mereka akan sembuh lebih cepat.
Selanjutnya: Bahaya terlalu banyak olahraga
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Iran Bom Markas Besar Angkatan Laut AS! Lalu Tembakkan 75 Rudal ke Israel
-
Sabtu Pagi Teheran Dibom, Sabtu Sore Iran Langsung Kirim Rudal ke Israel
-
Kedubes Iran di Indonesia Kecam Serangan AS-Israel, Sebut Pelanggaran Berat Piagam PBB
-
'Labbaik Ya Hussein', TV Iran Siarkan Lagu Perang, Siap Balas Serangan AS dan Israel
-
Trump Ancam Hancurkan Industri Rudal dan Angkatan Laut Iran
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia