Suara.com - Anak Tak Pernah Menangis Saat Disakiti Orang Lain, Pertanda Apa?
Saat tidak nyaman atau merasa sakit, biasanya anak akan menangis karena tidak bisa mengungkapkan emosi dengan baik. Tapi bagaimana jika disakiti, justru ia malah tidak menangis?
Menurut psikolog remaja dan anak Vera Itabiliana, hal tersebut wajar dan tidaklah berbahaya. Menurutnya ada beberapa anak yang sudah memahami conditioning emosi, dan banyak ditemui pada anak laki-laki.
"Kalau nggak pernah nangis, mungkin aja anak belajar tentang conditioning emosi. Ada conditioning itu banyak ditemui di anak laki-laki," ujar Vera dalam diskusi di Instagram live @mommiesdailydotcom beberapa waktu lalu.
Anak laki-laki biasanya terbangun mindset bagaimana mereka harus tegar tidak boleh mudah menangis. Mindset ini ditanamkan orang dewasa khususnya orang tua, sehingga anak laki-laki terbiasa menahan emosi dalam dirinya.
"Ketika anak laki-laki nangis kamu harus kuat, akan terbawa hingga dewasa akan menahan emosi dia supaya tidak menangis," kata dia.
Vera mengatakan, meski bukan anak laki-laki biasanya si anak pernah mengalami atau melihat momen yang tidak mengenakkan saat seseorang menangis, dan melihat efek buruk dari menangis, sehingga si anak enggan melakukannya.
"Apakah itu tidak pernah terjadi dari observasi dia, kemudian dia orang nangis reaksinya nggak enak, kuensikuensinya buruk," jelasnya.
Hal yang bisa dilakukan orang tua adalah bisa ajak si anak berkomunikasi. Bicarakan jika si anak mau menangis dan mengeluarkan emosinya dipersilahkan. Tapi tetap harus diberi batasan, misalnya tidak boleh menyakiti diri sendiri, menyakiti orang lain, dan merusak barang.
Baca Juga: Seru, 4 Permainan Edukatif yang Bisa Dinikmati Bersama Anak di Rumah Aja
"Umur 2 tahun jarang nangis, dibantu untuk verbal aja, kamu nangis boleh kok, tapi jangan lama-lama itu boleh kok," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini