Suara.com - Psikolog Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto mengajak para orangtua untuk menjadi sahabat serta menjadi guru di rumah menyusul anjuran pemerintah untuk beraktivitas di rumah di tengah wabah virus corona.
"Mohon para ayah dan bunda bisa menjadi sahabat anak sahabat putra-putri tercinta. Kita sekarang mengambil alih atau memerankan sebagai guru," ujar Kak Seto dalam video conference di BNPB, Sabtu (4/3/2020).
Ia juga meminta para orangtua tidak membuat anak stres dan kemudian marah-marah saat mengajarkan anaknya di rumah.
"Mohon jangan sampai pada saat putra-putri tercinta belajar di dalam keluarga mereka menjadi lebih stress, jadi lebih mudah uring-uringan marah-marah karena kadang-kadang ayah dan bunda kurang sabar," ucap dia.
Tak hanya itu, Seto pun memberikan satu tips kepada para orangtua yakni menerapkan cara gembira di dalam keluarga.
"Saya juga kembangkan kepada anak-anak saya dulu kepada cucu-cucu saya di dalam keluarga saat ini adalah tetap gembira. Apa itu gembira semangat, tapi saya mengambil gembira ini adalah singkatan dari huruf-huruf yang kita bisa berikan," kata Seto.
Gembira tersebut merupakan singkatan dari huruf-huruf yang ia susun.
Pertama yakni huruf G yakni Gerak. Artinya ketika berada di rumah harus tetap bergerak seperti berolahraga dan bekerja.
"Jangan mager, jangan karena di rumah kita duduk saja nonton TV saja, main gadget saja. Bergeraklah artinya apa senam pagi mungkin juga bekerja itu juga bergerak menyapu lantai, mengepel membersihkan jendela mencuci baju dan sebagainya," tutur Seto.
Baca Juga: Mulai Ajarkan Tanggung Jawab Pada Anak, Ini Tips dari Psikolog
Kemudian huruf E yakni emosi cerdas, M yaitu makan dan minum yang sehat serta bergizi saat karantina diri. Lalu B, yakni beribadah dan berdoa selama di dalam rumah.
Selanjutnya huruf I yaitu istirahat, huruf R rukun ramah di dalam keluarga dan huruf A adalah aktif berkarya.
Aktif berkarya kata Seto bisa dilakukan dengan membuat puisi, menggambar dan memasak makanan.
"Katakanlah masakan zaman corona misalnya. Apapun juga bisa dibikin supaya karenanya kita lawan kita makan ya. Jadi suatu suasana yang memang memancing dengan dengan kreatifitas kita dengan aktif berkarya," tutur dia.
Ia pun berharap dengan menerapkan cara Gembira, para orangtua bisa lebih menjaga kekompakan saat berada di dalam rumah.
"Mudah-mudahan dengan kegembiraan, kita betul-betul merasa lebih kompak lagi dan tentu memosisikan menjadi semacam artis sebab bisa artinya. Kalau harus nyanyi nyanyi yang benar kita ciptakan," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kasus PRT Loncat dari Lantai 4, Polisi Tetapkan Pengacara Adriel Viari Purba Tersangka
-
Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus 'Majikan Sadis' di Benhil, Ini Perannya!
-
Pemilik Blueray Cargo Didakwa Suap Rp61,3 Miliar ke Pejabat Bea Cukai demi Loloskan Barang Impor
-
Wamendagri Ribka Haluk Dorong Peran Perempuan Usai Raih Penghargaan
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah untuk Hadapi Tantangan Global
-
Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera
-
Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya
-
Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat