Suara.com - Benarkah Ibu Hamil dan Menyusui Bisa Tularkan Covid-19 pada Anak?
Sebagai virus corona jenis baru, tentu banyak pertanyaan yang muncul mengenai virus corona Covid-19. Salah satunya adalah penularan vertikal dari ibu hamil atau menyusui kepada buah hatinya.
Menurut dokter spesialis anak, dr Arifianto, SpA dari RSUD Pasar Rebo, sampai saat ini belum ada bukti yang cukup kuat yang bisa menunjukkan adanya penularan Covid-19 baik dari ibu hamil maupun menyusui kepada anaknya.
"Sampai saat ini belum ada bukti yang cukup kuat yang menunjukkan adanya transmisi vertikal, yaitu penularan dari ibu hamil ke janin. Pindah melalu plasenta, misalnya," kata dr Apin, sapaannya, dalam Talkshow Online Covid-19 pada Anak, Minggu (19/4/2020).
Sama halnya dengan ibu menyusui yang terkonfirmasi statusnya, belum ada bukti bahwa penularan bisa terjadi melalui air susu ibu (ASI).
Dipaparkan lebih jauh oleh dr Apin, berikut adalah panduan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) untuk bayi pada ibu yang terkonfirmasi statusnya:
1. Bayi sehat lahir dari ibu berstatus ODP
Bayi sehat yang baru lahir dari ibu yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) tidak perlu melakukan pemeriksaan swab untuk PCR. Bayi tersebut juga bisa dirawat dalam satu ruangan dan menyusu langsung pada ibunya.
Namun tetap dengan mencegah penularan melalui saluran napas, misalnya ibu mengenakan masker. Jika ibunya tidak mampu mencegah penularan lewat saluran napas maka bayi bisa diberikan ASI perah.
2. Bayi sehat lahir dari ibu berstatus PDP
Bayi sehat yang baru lahir dari ibu yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) termasuk dalam kriteria 'kontak erat risiko rendah' dan tidak perlu melakukan pemeriksaan swab untuk PCR.
Baca Juga: Bikin Heboh Juggling Pakai Durian, Marc Klok Akhirnya Buka Suara
Bayi dirawat terpisah dari ibu sampai diketahui hasil pemeriksaan SARS-CoV-2 penyebab sakit Covid-19 ibu dinyatakan negatif. Dan mau tidak mau, memberikan ASI harus dalam bentuk ASI perah. Bayi dipantau terus kondisinya sampai pulang ke rumah karena bisa jadi ada kemungkinan penularan.
3. Bayi sehat lahir dari ibu berstatus positif Covid-19
Bayi sehat yang baru lahir dari ibu yang berstatus positif Covid-19 termasuk dalam kriteria 'kontak erat risiko tinggi' dan perlu dilakukan pemeriksaan swab di hari ke-1 dan ke-14 sejak ibunya diketahui positif dan bayinya lahir.
Bayi harus dirawat terpisah dari ibu sampai ibu dinyatakan sembuh oleh dokter yang merawat. ASI tetap diberikan dalam bentuk ASI perah dan perlu dipantaui kondisinya sampai pulang ke rumah.
Apabila dalam masa pemantauan bayi menunjukkan gejala-gejala virus corona, maka bayi dirawat sebagai PDP di ruang isolasi bertekanan negatif.
Berita Terkait
Terpopuler
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- 7 HP Paling Murah yang Bisa Kamu Beli saat Idulfitri 2026
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal