Melansir dari Everyday Health, seorang introvert lebih memilih pengalaman yang tenang dan sunyi, sementara seorang ekstrovert mencari pengalaman baru yang memaksimalkan koneksi sosial.
Seorang introvert akan lebih bersyukur dengan pengalaman batin mereka dan dengan interaksi kecil atau pertemuan kecil daripada pesta yang ramai. Itu berbeda dengan seorang ekstrovert yang akan merasa hidup saat distimulasi banyak orang sekaligus.
Bagi seorang introvert, pentingnya saling terhubung secara online meminimalkan kemungkinan menjadi terlalu terisolasi selama jarak fisik saat pandemi.
"Mereka yang hidup sendirian khususnya, sangat membutuhkannya," kata Lewis.
FaceTime dan panggilan telepon dengan satu atau dua orang adalah opsi yang baik untuk orang-orang yang lebih suka berbicara hanya dengan satu orang atau kelompok yang lebih kecil.
Dimungkinkan juga untuk bergabung dengan grup Zoom besar, tetapi matikan kamera Anda dan dengarkan saja jika tidak ingin berbicara. Bagi orang introvert, bahkan email atau SMS bisa menjadi cara yang memuaskan untuk berkomunikasi dengan teman dan tetap berkomunikasi.
Video game juga dapat memberikan aktivitas bagi intovert. Anda juga bisa menghabiskan waktu dengan nonton film.
Para introvert terkadang perlu beristirahat dari rangsangan media sosial mana pun. Luangkan waktu untuk membaca buku, menulis, mengerjakan proyek menjahit atau terlibat dalam usaha kreatif lainnya.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Apa yang Orang Lain Pikirkan Tentang Kamu?
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026