Suara.com - Cegah Penularan Covid-19: Perlukah Ibu Bersihkan Payudara Sebelum Menyusui?
Banyak penelitian telah membuktikan bahwa Air Susu Ibu atau ASI bermanfaat untuk anak, terutama pada enam bulan pertama kelahiran. Tapi, pandemi virus corona atau Covid-19 menimbulkan kekhawatiran tersendiri.
Salah satu yang menjadi kekhawatiran adalah penularan bisa terjadi pada saat memberi susu lewat ASI. Terlebih jika sang ibu terduga atau bahkan positif terinfeksi Covid-19.
Di samping itu, salah satu pertanyaan paling sering ditanyakan ialah apakah perlu bagi seorang ibu yang terkonfirmasi atau diduga terinfeksi Corona Covid-19 untuk membersihkan payudaranya terlebih dahulu sebelum menyusui?
Dalam selebaran Frequently Ask Question yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jika seorang ibu dikonfirmasi atau diduga terpapar Corona Covid-19 dan baru saja batuk di atas payudara atau dadanya yang terbuka, maka harus membersihkan payudaranya dengan lembut.
WHO menyarankan untuk membersihkan dengan air hangat setidaknya selama 20 detik sebelum menyusui. Meski demikian, WHO juga mengingatkan tidak perlu selalu membersihkan payudara setiap kali ingin menyusui buah hatinya.
Hal penting lainnya yang juga perlu diingat jika seorang ibu terkonfirmasi atau diduga terinfeksi Covid-19, ibu harus mengenakan masker medis selama menyusui.
Jika masker medis tidak tersedia, anjurkan ibu untuk: bersin atau batuk ke dalam tisu dan segera buang dan cuci tangan pakai sabun dengan cara yang benar sebelum menyusui.
Namun, jika ibu sehat dan dipastikan tidak terinfeksi virus tersebut, dukung ibu untuk menyusui.
Baca Juga: Tak Boleh Asal, Donor ASI Harus Lewati 3 Kali Skrining, Apa Saja?
Untuk bayi baru lahir, mulai menyusui dalam waktu satu jam pertama setelah melahirkan. Usahakan untuk mempraktikkan perawatan kulit-ke-kulit sesegera mungkin
Sementara untuk untuk bayi kurang dari 6 bulan, juga penting untuk mendukung pemberian ASI eksklusif.
Untuk bayi atau balita di atas 6 bulan terus menyusui dengan aman dan sehat serta ditambah dengan makanan pelengkap alias Mpasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan