Suara.com - Psikolog Sebut Orangtua dan Anak Bisa Sama-sama Stres Saat Pandemi
Bekerja dan belajar dari rumah selama masa pandemi bisa mendatangkan rasa jenuh, namun di antara orangtua dan anak, mana yang lebih rentan menghadapi stres?
Selama di rumah aja, orangtua dituntut untuk mendampingi anak-anaknya belajar secara daring. Belum lagi tugas rumah tangga yang harus dikerjakan sekaligus.
Sementara itu, bagi anak-anak yang terbiasa bermain di luar rumah harus menghadapi konsep belajar baru menggunakan laptop atau ponsel pintar.
Mereka tidak bisa bertatap muka dengan guru dan juga teman-temannya, hal inilah yang dipercaya bisa membuat stres.
"Work from home orang biasanya tambah stres apalagi anak-anak mereka karena di rumah enggak keluar. Untuk anak-anak yang kelas 4 SD ke atas pendampingan orang tua tidak terlalu intens, tapi kalau yang kecil-kecil itu kan orang tua harus mendampingi," jelas psikolog Agustina Twinky Indrawati seperti yang Suara.com lansir di Antara, Kamis (7/5/2020).
"Ada beberapa anak yang enggak mau online, enggak mau sama gurunya. Kalau lagi online dia lari, otomatis kan orangtua harus belajar duluan sama gurunya nanti diterapkan ke anaknya dan itu enggak semua orang tua bisa," lanjutnya.
Twinky mengatakan orangtua yang tidak terbiasa mendampingi anaknya dalam proses belajar akan lebih mengalami stres, sebab fokusnya terbagi antara bekerja, menemani belajar dan juga mengurus rumah tangga.
Jika orangtua stres, akan membawa pengaruh kepada anak sebab nantinya anak akan terus dimarahi.
Baca Juga: Persiapan Piala Dunia U-20, Shin Tae-yong Pimpin Latihan Secara Virtual
"Kelihatannya akan sama-sama stres karena anak akan dimarahin terus. Orangtua juga stres karena harus ngajarin anaknya. Kalau orangtuanya lebih bisa terima dan memandang ini sebagai hal yang lebih positif, saya kira enggak akan stres. Yang bikin stres kan sebenarnya karena enggak bisa jalan-jalan," kata Twingky.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi