Suara.com - Virus corona Covid-19 diketahui bisa bertahan hidup di permukaan. Seseorang juga bisa terinfeksi virus corona Covid-19 jika lupa mencuci tangan setelah menyentuh permukaan yang terinfeksi.
Para peneliti dari Bath, Bristol dan Southampton University akhirnya menyusun panduan pertahanan kuman untuk membantu menurunkan jumlah orang terinfeksi virus mematikan tersebut.
Salah satu panduannya, mereka mendesak semua orang untuk meletakkan kotak pengiriman atau paket pengiriman di luar atau tempat khusus selama 3 hari atau 72 jam sebelum membukanya.
"Anda perlu meletakkan paketan di tempat khusus selama 3 hari atau 72 jam sampai virus corona Covid-19 di permukaan benar-benar mati, baik paketan berbentuk kardus, plastik atau logam," kata peneliti melalui situs web yang dilansir oleh The Sun.
Menurut peneliti, seseorang bisa terhindar dari penularan virus corona Covid-19 bila menunggu 3 hari untuk membuka paketan.
Anda juga bisa menunggunya lebih dari 3 hari bila tidak yakin. Jika menunggu 3 hari tidak memungkinkan, sebenarnya virus corona Covid-19 di permukaan juga sudah melemah setelah satu hari didiamkan.
Mereka juga menyarankan seseorang untuk membersihkan permukaan paketan menggunakan disinfektan bila tidak memungkinkan harus menunggu selama 3 hari.
Saran ini muncul setelah seorang dokter terkemuka di Inggris, Profesor Chris Whitty mengatakan tetesan infeksi virus corona Covid-19 bisa bertahan di permukaan keras selama 72 jam.
Namun, dia mengatakan sebagian besar kasus virus corona Covid-19 bisa hilang dari permukaan setelah 48 jam.
Baca Juga: Jalani Rapid Test, 24 Napi Rutan Pondok Bambu Reaktif Virus Corona
"Sebagian besar virus ini mungkin hilang setelah 48 jam dan hampir sepenuhnya hilang setelah 72 jam di permukaan keras. Sedangkan virus di permukaan lunak hanya bisa bertahan sebentar," kata Kepala Petugas Medis.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menyarankan hal demikian. Karena, ada kemungkinan seseorang bisa terinfeksi virus corona Covid-19 dari paket yang diterimanya.
Berita Terkait
-
Ditujukan untuk Sujarwo, Geger Paket Misterius Berisi Pocong Mainan di Kulon Progo
-
SiCepat Yakin Industri Logistik Bisa Tumbuh Dua Digit
-
Kirim Paket Jadi Lebih Murah, Dapatkan Diskon 10 Persen Khusus Pengguna BRImo
-
Apakah Ada Paket Skincare No Parfum No Alkohol untuk Haji dan Umroh? Ini 2 Rekomendasinya
-
Makan Enak Tak Harus Mahal, Kini Menu Favorit McDonald's Hadir Mulai Rp 20 Ribuan
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan