Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada hari Selasa (12/5/2020), bahwa beberapa perawatan Covid-19 tampaknya mengurangi keparahan atau masa sakit. Pihak WHO juga akan berfokus pada empat atau lima perawatan yang dianggap paling menjanjikan.
Dilansir dari Reuters, WHO yang berbasis di Jenewa memimpin inisiatif global untuk mengembangkan vaksin, tes dan obat yang aman dan efektif untuk mencegah, mendiagnosis, dan mengobati Covid-19.
"Kami memang memiliki beberapa perawatan yang tampaknya dalam studi awal membatasi keparahan atau lamanya penyakit. Tetapi kami belum memiliki yang dapat membunuh atau menghentikan virus," kata juru bicara WHO, Margaret Harris.
"Kami memang memiliki data yang berpotensi positif keluar, tetapi kami perlu melihat lebih banyak data untuk 100 persen yakin bahwa kita dapat mengatakan perawatan ini lebih baik dari perawatan yang lain," tambahnya.
Harris tidak menyebutkan nama perawatannya secara spesifik.
Sebelumnya, Gilead Science Inc mengatakan remdesivir obat antivirusnya telah membantu meningkatkan hasil untuk pasien Covid-19.
Data klinis yang dirilis bulan lalu tentang remdesivir meningkatkan harapan bahwa ini mungkin pengobatan yang efektif. Beberapa penelitian yang mengamati kombinasi obat antivirus juga menyarankan mereka dapat membantu pasien melawan virus.
Hasil uji coba di Hong Kong yang dirilis bulan ini juga menunjukkan kombinasi tiga obat antivirus yang membantu meringankan gejala pada pasien dengan infeksi Covid-19 ringan hingga sedang.
Di Jenewa, pejabat WHO memeringatkan untuk tidak terlalu berharap pada vaksin dalam waktu dekat, mereka mengatakan virus corona pada umumnya adalah virus yang sangat rumit.
Baca Juga: Catat! Ini Janji Mensos: Sebelum Lebaran, Warga Terima BLT 2 Kali
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya