Suara.com - Sejak pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap berada di rumah, banyak bisnis kecil menjadi tutup, tak terkecuali restoran-restoran yang biasanya ramai dikunjungi.
Untuk mengatasi hal ini, sebuah restoran di Amsterdam Mediamatic ETEN, menawarkan menu vegeratian empat hidangan untuk pengunjung, disajikan untuk para tamu saat mereka duduk di rumah kaca sebagai tempat 'karantina pribadi'.
Saat ini, layanan uji coba ini hanya ditawarkan kepada keluarga dan teman staf restoran. Dan ternyata semua menu yang ditawarkan habis terjual.
Namun, karena sudah banyak tempat yang mulai melonggarkan permbatasan pada jarak fisik, permintaan pada makanan di restoran ini menurun.
"Sangat nyaman, sangat nyaman, enak, dan makanannya lezat," kata pelayan Janita Vermeulen, dilansir CNN Internasional.
Untuk mengurangi risiko infeksi, pelayan juga memakai sarung tangan dan pelindung wajah. Mereka juga menggunakan papan panjang untuk membawa hidangan ke rumah kaca untuk pengunjung.
Di sisi lain, sudah lebih dari setengah negara bagian mulai dibuka kembali setelah lockdown.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) juga telah merilis pertunjuk terperinci bagi restoran yang berencana membuka kembali.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Tetap Berlatih walau Sedang Karantina Mandiri
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini