Suara.com - Pada masa pandemi virus corona dan orang-orang terkunci di rumah, kesehatan mental menjadi salah satu yang perlu dikhawatirkan. Hal tersebut juga dinyatakan oleh PBB mengenai potensi krisis kesehatan mental global.
Dilansir dari Express, seorang nutritionist Tracy Breuning membagikan lima kiat untuk meringankan beban mental dengan menaikkan mood, berikut caranya:
Tingkatkan Serotonin
Serotonin merupakan neurotransmitter yang terdapat di otak dan usus di mana terkait dengan kesehatan mental. Hormin ini juga berfungsi untuk mengatur mood, napsu makan, hingga tidur.
Oleh karena itu, Tracy Breuning menyarankan untuk meningkatkan serotonin dalam tubuh Anda.
"Makan makan dengan sayuran atau buah beragam, makan juga prebiotik seperti pisang, apel, gandum, asparagus, bawang merah, bawang putih, dan daun bawang," kata Breuning.
Anda juga bisa memakanan makanan fermentasi yang baik untuk pencernaan.
Makan dengan Benar
Breuning menjelaskan bahwa penambah suasana hati serotonin berasal dari protein triptofan.
Baca Juga: Geng Motor Serang Remaja Masjid Jelang Sahur, 1 Orang Tewas
Dia mengungkapkan bahwa makanan tinggi triptofan, yakni ayam, ikan, kalkun, keju, telur, dan gandum.
Breuning menyatakan, bahwa penelitian telah menunjukkan makanan tinggi omega 3 dan vitamin D dapat mendukung kesehatan mental.
"Sumber makanan vitamin D yang baik termasuk salmon, makarel, dan jamur," kata Breuning.
Tetap Terhubung
"Studi menunjukkan bahwa, sebagai manusia kita suka merasa memiliki sesuatu untuk dibagikan" kata Breuning.
"Hubungan sosial yang positif baik melalui pos, telepon, online dapat meningkatkan oksitosin. Ini meningkatkan optimisme serta dopamin," tambahnya.
Lakukan Kebaikan
Masih dengan tema hubungan manusia, Breuning menyatakan bahwa melakukan kebaikan pada orangmlain membuat seseorang bisa melupakan kekhawatirannya.
"Penelitian telah menunjukkan bahwa melakukan sesuatu untuk orang lain dapat menghentikan kita fokus pada kekhawatiran kita sendiri dan meningkatkan suasana hati kita," kata Breuning.
"Itu bisa sesederhana mengucapkan terima kasih atau tersenyum," tambahnya.
Yoga Tertawa
Breuning menyarankan yoga tertawa sebagai salah satu kiatnya.
"Yoga tertawa adalah latihan pernapasan dalam dan tawa riang, telah terbukti memiliki manfaat kesehatan yang positif, terutama dalam manajemen stres," kata Breuning.
Menurutnya, tertawa membentuk ikatan yang kuat dengan diri kita sendiri dan orang lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak