Suara.com - Virus corona Covid-19 tidak hanya menyebabkan penyakit kronis, tetapi juga efek jangka panjang pada pasien setelah pulih.
Para ahli memeringatkan bahwa pasien sembuh dari virus corona Covid-19 bisa mengalami masalah kejiwaan, seperti kebingungan, sering mengigau dan menderita PTSD setelah pulih.
Analis dari University College London dan King's College London menemukan bahwa 1 dari 4 orang yang menjalani perawatan di rumah sakit akibat virus corona Covid-19 mungkin mengalami delerium selama penderitaannya.
Sejauh ini di Inggris, NHS telah melaporkan bahwa ada lebih 34 ribu kematian akibat virus corona Covid-19. Sementara data Kantor Statistik Nasional menunjukkan bahwa jumlah sebenarnya mendekati 40 ribu.
Sebelumnya dilansir oleh The Sun, dokter telah menyoroti bahwa beberapa pasien virus corona Covid-19 bisa mengalami gejala seperti kebingungan dan disorientasi.
Studi baru menunjukkan bahwa gejala seperti delerium bisa meningkatkan risiko kematian pada pasien dan membuatnya jauh lebih lama menjalani perawatan medis.
Para ahli telah menyusun data dari pasien virus corona Ccovid-19 rawat inap jangka pendek dan jangka panjang yang memiliki virus corona seperti SARS, MERS dan Covid-19.
Para peneliti mengamati 65 studi per data, yang mencakup data dari 3.500 orang. Mereka pun menemukan bahwa 1 dari 3 orang yang dirawat di rumah sakit dengan SARS atau MERS bisa mengembangkan PTSD.
Selain tingkat depresi dan kecemasan pasien yang tinggi, sebanyak 15 persen pasien juga mengalaminya setahun setelah sembuh dari penyakitnya.
Baca Juga: Meski Lockdown, Kasus Virus Corona Covid-19 di India Tembus 100.000
Selanjutnya, sebanyak 15 persen pasien yang sudah sembuh juga mengalami perubahan suasana hati, gangguan konsentrasi dan kelelahan.
Sebanyak 20 persen pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit juga mengalami kebingungan. Para peneliti mengatakan bahwa bukti dari pandemi virus corona Covid-19 menunjukkan delerium adalah kondisi umum pada pasien.
Mereka juga menemukan beberapa bukti awal bahwa delerium berkaitan dengan peningkatan mortalitas selama wabah MERS.
Para peneliti mengatakan kebingungan telah memengaruhi sekitar 20 persen atau lebih pasien Covid-19 di rumah sakit. Wabah ini juga sudah dikaitkan dengan tingginya kasus gangguan mental.
Delerium adalah kondisi yang terjadi singkat, tetapi pasien dengan kondisi ini 2 kali lebih berisiko meninggal atau menjalani perawatan lebih lama.
Penelitian juga menemukan bahwa orang yang terinfeksi virus ini lebih parah dan orang yang kehilangan orang tercinta akibat virus akan memiliki kondisi psikologis yang lebih buruk.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- 5 Rekomendasi Lipstik Anti Luntur Saat Dipakai Makan Gorengan
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien