Suara.com - Saat Lebaran, menerima tamu di rumah untuk saling bersilaturahmi memang sudah menjadi budaya. Namun, di tengah pandemi menerima tamu menjadi hal yang sebaiknya tidak dilakukan.
Berikut tips untuk menolak halus tamu yang ingin berkunjung ke rumah saat Lebaran.
1. Kabari Sebelumnya
Melansir dari Grow, ahli etiket Elaine Swann memberikan tips untuk menolak kedatangan tamu.
Anda bisa mengirimkan pesan berantai kepada orang-orang yang biasanya berkunjung ke rumah saat lebaran. Sampaikan dengan halus jika tahun ini Anda tidak akan menerima tamu.
“Cara terbaik untuk menyelesaikan ini adalah dengan berkata, bahwa penolakan bertamu yang Anda inisiasikan adalah untuk melindungi kerabat yang akan berkunjung," kata Swann.
"Coba kirim pesan berbunyi, saya mohon maaf jika Anda merasa tersinggung, tetapi saya pikir penting sekarang bagi saya untuk melakukan yang terbaik untuk melindungi semua orang termasuk Anda," saran Swann.
Alasan lain, sebelum tamu datang adalah adanya larangan orang luar datang ke kampung atau tempat Anda tinggal.
2. Saat Tamu Terlanjur Datang
Baca Juga: Ancam Sweeping Pasar Kebayoran Lama, Satpol PP DKI Minta Bantuan Tentara
Dilansir dari Insider, virus corona akan lebih menyebar di ruang dengan ventilasi minim. Oleh karena itu, pastikan menerima tamu di teras atau di ruang dengan ventilasi baik (tidak ber AC).
Minta tamu melepas sepatu atau alas kaki di luar rumah untuk menghindari penyebaran virus dalam rumah.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Covid-19 disebarkan melalui kontak dekat dengan seseorang yang batuk atau bersin, sehingga penting bagi Anda untuk tetap jaga jarak.
Beri mereka pengertian untuk tidak melakukan kontak langsung, tidak berlama-lama, dan tetap gunakan masker.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
-
DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia