Suara.com - Beredar foto di media sosial yang menunjukkan membludaknya warga di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Padatnya pengungjung di pasar itu menuai kontroversi karena dianggap melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Menanggapi hal ini, Kepala Satuab Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Selatan, Ujang Hermawan mengatakan pihaknya akan melakukan razia di lokasi. Tujuannya agar tak ada lagi kerumunan atau pelanggaran di kawasan itu.
"Sore ini, kami ada apel penindakan PSBB yang enggak pakai masker, jaga jarak atau toko pakaian atau ternyata dia banyak banget yang belanja di situ kita kenakan pasal 11 Pergub nomor 41 untuk dikenakan pasal berkerumun," ujar Ujang saat dikonfirmasi, Jumat (22/5/2020).
Ujang mengatakan pihaknya akan mengambil langkah tegas kepada para pelanggar baik pembeli atau pedagang. Ia juga sudah meminta bantuan pihak lain seperti Dinas Perhubungan, kepolisian, dan TNI.
"Karena saya sudah minta bantuan dari Dishub ya masalah kendaraan. Sama dari polisi khususnya Polsek dan Koramil Kebayoran Lama dan Pasar Minggu," kata dia.
Ia mengatakan foto yang viral di media sosial itu terjadi pada pagi hari. Padahal, waktu berdagang yang diperbolehkan adalah malam hari sampai pukul 06.00 WIB.
"Gak hanya malam, pagi orang pada datang. Kami sama Dishub kewalahan juga. Cuma pedagangnya kita suruh pulang. Kalau pedagang pulang kan apa yang mau dibeli," pungkasnya.
Baca Juga: Geger Skandal Lelang Motor Jokowi, Buruh Lepas M Nuh Mendadak Menghilang
Berita Terkait
-
Awas! Nanti Malam Satpol PP DKI Kerahkan Pasukan Besar-besaran
-
Kucing-kucingan dengan Petugas, Lapak PKL Bandel di Tanah Abang Diangkut
-
Satpol PP Ngaku Pusing Urus Tanah Abang yang Tak Takut Corona
-
Habib Umar yang Viral Ternyata Dikenal Temperamen oleh Warga Sekitar
-
Cerita Maulana, Sopir yang Dipecat saat Corona Jalan Kaki Jakarta - Solo
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT