Suara.com - Idap Penyakit Langka, Bayi Ini Terlahir dengan Dua Mulut
Dokter dari Medical University of South Carolina melaporkan adanya kejadian langka, yakni seorang bayi terlahir dengan dua mulut.
Kejadian ini hanya terjadi pada 35 kasus dalam literatur medis sejak tahun 1900. Kasus ini dipublikasikan pada BMJ Journal pada 19 Mei lalu.
Dalam 'duplikasi craniofacial', bagian dari wajah atau terkadang seluruh wajah, muncul dua kali dalam subjek yang sama.
Dikutip dari Fox News, pada kasus ini dokter melihat sebuah tonjolan di bagian rahang bayi pada hasil USG selama trimester ketiga kehamilan sang ibu.
Diagnosis awalnya adalah kista congenital dan fibrous dysplasia, yakni saat jaringan parut muncul di tempat tumbuhnya tulang.
Para dokter juga mengira tonjolan tersebut adalah teratoma, sebuah tumor langka yang mengandung organ yang tumbuh dengan sempurna atau jaringan seperti rambut, otot, atau gigi.
Akan tetapi pada saat sang bayi lahir, mereka terkejut menemukan 'mulut kedua' dari bayi tersebut.
Tonjolan tersebut memiliki bibir lain, enam gigi geraham, dan bahkan lidah kecil yang bergerak seiring dengan lidah di bibir pusatnya saat ia sedang menyusu.
Baca Juga: Dwi Sasono Pakai Ganja Karena Sulit Tidur, Ini Faktanya
Walau sang bayi lahir dengan sehat dan tidak menunjukkan adanya gangguan pernapasan, dokter menyingkirkan tonjolan tersebut pada saat bayi berusia enam bulan.
Usai operasi, muncul bengkak di bagian tersebut akibat penumpukan cairan. Lalu para dokter melakukan operasi lanjutan dan hal ini bisa diatasi dan sang bayi bisa makan dengan benar.
Namun dokter mencatatkan adanya cacat saraf minor di bagian bawah bibirnya.
Duplikasi craniofacial biasanya terdiagnosis saat berada di dalam rahim atau setelah lahir, sebuah dokter mencatatkan pada laporan kasus tahun 1978, yakni adanya mulut kedua pada pasien berusia 22 tahun akibat diagnosis yang terlambat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026