Suara.com - Ngeri, Penyakit Stroke Jadi Lebih Mematikan Jika Terjadi pada Pasien Corona
Hingga kini Covid-19 memang belum meningkatkan risiko untuk stroke. Tetapi ketika stroke terjadi itu lebih cenderung fatal, sebuah studi baru menemukan. Demikian seperti dilansir dari Health24.
Menurut para peneliti, kurang dari 1 persen pasien yang dirawat di rumah sakit karena Covid-19 menderita stroke.
Tetapi mereka juga menemukan bahwa orang dengan Covid-19 yang menderita stroke tujuh kali lebih mungkin meninggal daripada orang yang mengalami stroke tetapi tidak terinfeksi Covid-19.
"Studi kami menunjukkan bahwa stroke adalah komplikasi yang tidak biasa namun penting dari coronavirus, mengingat bahwa stroke ini lebih parah jika dibandingkan dengan stroke yang terjadi pada pasien yang dites negatif untuk virus," kata ketua peneliti Dr Shadi Yaghi dalam rilis berita Universitas New York.
Dia adalah asisten profesor di departemen neurologi di NYU Grossman School of Medicine di New York City.
Untuk penelitian ini, Yaghi dan timnya mengidentifikasi 32 pasien stroke di antara lebih dari 3.500 yang dirawat karena Covid-19 di rumah sakit NYU antara 15 Maret dan 19 April.
Mereka membandingkan pasien ini dengan pasien stroke tanpa virus.
Para peneliti menemukan bahwa pasien stroke dengan Covid-19 memiliki gejala yang lebih parah daripada mereka yang tidak memiliki virus.
Baca Juga: Mengapa Zaskia Gotik Rahasiakan Kehamilan dari Sahabat?
Selama masa studi, 63 persen meninggal, dibandingkan dengan 9 persen dari mereka yang tidak memiliki virus dan 5 persen dari mereka yang mengalami stroke sebelum pandemi.
Temuan ini menambah bukti bahwa Covid-19 dikaitkan dengan peningkatan risiko pembekuan, yang dapat memicu stroke, kata para peneliti.
"Temuan kami memberikan bukti kuat bahwa pembekuan darah yang meluas mungkin merupakan faktor penting yang mengarah pada stroke pada pasien dengan Covid-19." kata rekan penulis studi Dr Jennifer Frontera, seorang profesor di departemen neurologi di NYU.
"Hasilnya menunjuk pada terapi antikoagulan, atau pengencer darah, sebagai sarana potensial untuk mengurangi keparahan stroke yang tidak biasa pada orang dengan coronavirus," Frontera menambahkan dalam rilisnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
Terkini
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan