Suara.com - Ingat, Daya Tahan ASI Perah Berbeda-beda Tergantung Tempat Menyimpannya
Sebagian ibu biasanya akan menyetok ASI di dalam kulkas sebelum diberikan kepada bayinya. ASI stok itu biasanya kebanyakan dilakukan para ibu pekerja agar anaknya tetap bisa minum susu sesuai jadwal.
Dokter spesialis Anak Rumah Sakit Pondok Indah Yofita Anata mengatakan bahwa ASI perah bisa bertahan hanya beberapa hari bahkan sampai berminggu-minggu tergantung tempat penyimpanannya.
Ia mengatakan, jika ASIP hanya diletakan di suhu ruangan tertutup hanya bisa bertahan selama 3 sampai 4 jam. ASIP akan bertahan lebih lama jika disimpan di dalam lemari pendingin.
"Ibu perkerja jika membawa tempat penyimpanan ASI dalam cool box dan diberi es batu bisa bertahan maksimal 24 jam dengan suhu antara 0-4 derajat. Saat di rumah bisa dipindahkan ke kulkas," Yofita dalam Webinar perayaan ulangtahun IDAI, Senin (1/6/2020).
Jika disimpan di dalam kulkas dengan suhu di bawah 4 derajat celcius, Yofita mengingatkan sebaiknya simpan di bagian tubuh kulkas.
Karena jika disimpan di pintu lemari es, suhu cenderung kurang stabil. Dengan begitu ASI bisa bertahan hingga 3 sampai 5 hari.
"Ini semua harus ASI perah segar, belum pernah diminumkan ke bayi. Bukan ASI beku lalu dicairkan," ucapnya.
Menurut Yofita, mencairkan ASI beku juga tidak boleh terlalu panas. Karena risiko ASI yang didihkan bisa membuat kandungan protein dan lemak jadi rusak.
Baca Juga: Kualitas ASI Perah Berbeda Dengan Saat Disusui Langsung, Mitos atau Fakta?
Yofita mengatakan, ASIP bisa bertahan sampai berminggu-minggu hingga enam bulan jika disimpan dalam frezeer dengan suhu minus.
"ASI yang mau dibekukan di freezer yang suhunya -15 derajat bisa tahan sampai dua minggu. Kalau disimpan suhu -18 derajat bisa bertahan sampai 3 bulan. Kalau suhu deep freezer yang suhunya kurang dari -20 derajat bisa bertahan hingga 6 bulan," paparnya.
Ia menambahkan, ASI perah tersebut bisa disimpan dalam wadah tertutup seperti botol kaca atau plastik kantong khusus tempat ASI.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal