Suara.com - Bagian lengan bawah menjadi salah satu yang tersulit dalam upaya menghilangkan lemah.
Meski berat badan telah turun dan lingkar lengan mengecil, tak jarang bagian lengan itu menjadi bergelambir.
Daripada meratapi keadaan, penting untuk tahu mengapa lengan jadi bagian tersulit untuk diperkecil. Jangan-jangan malah metode olaharaga kita yang salah.
Mengutip prevention, Sabtu (6/6/2020) ini 4 alasan lengan tak kunjung mengecil saat proses diet:
1. Hanya Fokus pada Satu Bagian
Sesuatu yang hanya berfokus pada satu area tubuh saja tidak akan memberi hasil yang diinginkan.
Sebuah penelitian Medicine & Science in Sports & Exercise mengungkap perempuan yang hanya berolahraga dengan tumpuan lengan saja selama 3 bulan tidak kehilangan banyak lemak.
Hal ini karena otot mungkin terbentuk, tapi bisa saja tersembunyi di bawah lemak.
Sehingga untuk lengan yang kencang, harus menurunkan berat badan di seluruh tubuh.
Baca Juga: Tubuh Bugar Perut Rata, Begini Rahasia Olahraga dan Makanan Kate Middleton
2. Tidak Mendorong Diri Sendiri Dengan Keras
Jika olahraga cardio, berjalan, bersepeda dilakukan secara terpisah, maka cobalah untuk menggabungkannya.
Dalam penelitian di Jepang, orang yang melakukan olahraga dengan instensitas tinggi akan membakar lemak 55 persen lebih banyak per menit dibanding mereka yang tidak mengubah intensitasnya.
3. Merasa Lelah
Sekitar 4 dari 10 orang Amerika mengatakan bahwa stres dapat memperlambat penurunan berat badan, bahkan meski itu diimbangi dengan olahraga dan makan yang teratur.
Ini karena tubuh memompa hormon kortisol yang bisa meningkatkan nafsu makan, dan mendorong penyimpanan lemak di pinggul, paha, dan lengan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI