- Kementerian Komunikasi dan Digital mengungkap modus ternak rekening oleh jaringan judi online yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat.
- Iradat Wirid dari CfDS UGM menduga adanya keterlibatan perbankan dalam mempermudah proses pembuatan rekening secara terorganisasi di daerah.
- Pemerintah perlu melakukan pemetaan lokasi pembukaan rekening secara masif melalui kolaborasi antarlembaga untuk mendeteksi jaringan judi online.
Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) baru-baru ini mengungkap modus pelaku judi online (judol) untuk mendapatkan rekening penampung transaksi. Modus ini marak melibatkan kelompok masyarakat, mulai dari petani hingga ibu rumah tangga (IRT).
Praktik "ternak rekening" yang dimanfaatkan jaringan judol ini dinilai tidak lagi sekadar memanfaatkan masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi berpotensi dilakukan secara terorganisasi.
"Yang perlu dicek sebenarnya oleh PPATK dan juga Komdigi ini sebenarnya apakah jangan-jangan ada kerja sama juga dengan banknya untuk mempermudah pembuatan rekening-rekening ini," kata Deputi Sekretaris Center for Digital Society (CfDS) UGM, Iradat Wirid, kepada Suara.com, Kamis (16/7/2026).
Iradat menegaskan dugaan tersebut bukan semata-mata tuduhan kepada perbankan. Namun, melihat pola perekrutan yang menyasar masyarakat di berbagai daerah, hal itu memang patut ditelusuri lebih jauh.
Apalagi, membuka rekening di bank tetap membutuhkan waktu, biaya, dan proses administrasi.
"Bisa jadi ini terkoordinir juga, itu yang perlu menurut saya perlu dicek. Dan tentu saja mungkin ya, ini bukan tuduhan tapi ini perlu diteliti lebih lanjut," tandasnya.
Menurutnya, pemerintah perlu melacak proses pembukaan rekening sejak awal untuk mengetahui apakah terdapat pola yang sama di wilayah tertentu. Dengan memetakan lokasi pembukaan rekening secara masif, aparat dapat lebih mudah mengidentifikasi daerah yang menjadi sasaran jaringan pelaku.
"Sebenarnya pemerintah pusat itu harus mapping dulu sebenarnya ini di mana. Menurut saya mapping itu penting," tegasnya.
Disampaikan Iradat, penelusuran rekening baru seharusnya bukan pekerjaan yang sulit. Sebab, seluruh proses pembukaan rekening memiliki jejak administrasi.
Baca Juga: Ekspor Kopi RI Mau Digenjot 2,5 Kali Lipat, Target Rp100 Triliun!
Melalui data tersebut, pemerintah dapat mengetahui apabila terdapat lonjakan pembukaan rekening dengan pola serupa di suatu daerah.
"Kalau misalnya ketahuan di mana pembukaan rekening kan sangat mudah mendeteksi, 'oh tiba-tiba di daerah provinsi X masif, ya itu berarti yang harus diintervensi," ujarnya.
Lebih dari itu, penelusuran aliran dana tidak bisa dibebankan kepada satu lembaga saja. Diperlukan kolaborasi antara perbankan, PPATK, Komdigi, serta kepolisian agar rekening-rekening yang digunakan sebagai penampung transaksi judol dapat segera dideteksi sebelum semakin banyak memakan korban.
Berita Terkait
-
Ekspor Kopi RI Mau Digenjot 2,5 Kali Lipat, Target Rp100 Triliun!
-
Bank Jambi Dibobol, Dana Rp144,82 Miliar Diduga Dicuci Lewat Kripto
-
Modus Judi Online Makin Canggih, Terbaru Lewat QRIS hingga E-Wallet
-
Tak Cukup Blokir Situs, Kemkomdigi Gandeng OJK dan Bank Putus Rantai Judi Online
-
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.039 Triliun, Beban Pemerintah Terus Membengkak
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Ibu Tiri Usia 19 Tahun di Bekasi Siksa Anak Sambungnya Hingga Tewas
-
IESR Ungkap Tiga Kunci Percepatan Investasi Energi Surya di Indonesia, Apa Saja?
-
Liburan dengan Miles Jadi Tren, Pengeluaran Sehari-hari Kini Bisa Jadi Modal Bepergian
-
5 Rekomendasi Facial Wash Jepang untuk Kulit Putih dan Bersih
-
Modus Ternak Rekening Judol Libatkan Petani hingga IRT, Dugaan Keterlibatan Bank Perlu Diusut
-
Lima Tahun Diabaikan Pemerintah, Warga Mekarsari Lebak Banten Patungan Perbaiki Jembatan Rusak
-
KUR BRI Dukung Rosyidah Terus Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut di Indramayu
-
Gibran Minta PSEL Palembang Tak Sekadar Olah Sampah, Warga dan UMKM Harus Ikut Untung
-
BRI Hadirkan Harapan Baru Bagi Mantan Pekerja Migran Indonesia Melalui KUR dan Pemberdayaan UMKM
-
Wajah Pendidikan Karakter: Ketika Pemimpin Gagal Menjadi Contoh