Suara.com - Institute for Essential Services Reform (IESR) mengungkap tiga faktor utama yang perlu diperkuat agar investasi energi surya di Indonesia dapat tumbuh lebih cepat. Ketiganya meliputi kepastian kebijakan, proyek yang layak didanai (bankable), serta proses pengadaan yang lebih efektif.
Ketiga faktor tersebut menjadi sorotan dalam hari kedua Indonesia Solar Summit (ISS) 2026 di Denpasar, Rabu (15/7), di tengah meningkatnya kebutuhan Indonesia untuk memperkuat ketahanan energi di tengah krisis energi fosil dan ketidakpastian geopolitik.
Chief Executive Officer (CEO) IESR, Fabby Tumiwa, mengatakan tantangan pengembangan energi surya saat ini bukan lagi membuktikan besarnya potensi yang dimiliki Indonesia. Tantangan utamanya adalah mengubah potensi tersebut menjadi proyek yang menarik bagi investor dan lembaga pembiayaan.
Menurutnya, investor membutuhkan kepastian kebijakan, risiko proyek yang dapat dikelola, serta tingkat pengembalian investasi yang layak dalam jangka panjang.
"Keberhasilan pengembangan energi surya tidak hanya ditentukan oleh besarnya kapasitas pembangkit yang dibangun, tetapi juga oleh kemampuan jaringan listrik untuk menampung dan memanfaatkan listrik yang dihasilkan," ujar Fabby.
Tiga faktor utama
IESR menilai, faktor pertama yang perlu diperkuat adalah kepastian kebijakan. Target pengembangan energi surya perlu diterjemahkan ke dalam pipeline proyek yang jelas, lengkap dengan informasi mengenai lokasi, jadwal pelaksanaan, dan kapasitas yang akan dibangun setiap tahun.
Menurut IESR, kepastian tersebut akan membantu investor menyiapkan pendanaan, rantai pasok, hingga kebutuhan tenaga kerja sejak awal.
Faktor kedua adalah tersedianya proyek yang layak dibiayai (bankable) beserta skema pembiayaan yang sesuai, seperti concessional loan maupun blended finance. Ketersediaan proyek yang memenuhi persyaratan pendanaan dinilai menjadi salah satu syarat agar investasi dapat segera terealisasi.
Sementara itu, faktor ketiga adalah proses pengadaan yang lebih efektif. IESR menilai kepastian kontrak, pembagian risiko yang adil, hingga kejelasan mekanisme jual beli listrik, termasuk skema curtailment, diperlukan untuk meningkatkan kepercayaan investor.
Dalam kesempatan yang sama, Asisten Deputi Pengembangan Ketenagalistrikan dan Geologi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Sunandar, mengatakan percepatan pengembangan energi surya juga perlu diikuti dengan pemantauan terhadap seluruh proses implementasinya, bukan hanya pembangunan pembangkit.
Baca Juga: Membangun PLTS Saja Tidak Cukup: Bagaimana Mewujudkan Elektrifikasi yang Berkelanjutan di Indonesia?
"Selain pembangunan fisik, pemberdayaan masyarakat juga perlu menjadi perhatian. Keberhasilan pengembangan energi surya tidak hanya dilihat dari fasilitas yang dibangun, tetapi juga dari manfaat yang diterima masyarakat," katanya.
IESR menilai percepatan investasi energi surya menjadi semakin penting karena Indonesia masih bergantung pada impor energi fosil. Menurut lembaga tersebut, peningkatan pemanfaatan energi bersih dari dalam negeri dapat memperkuat keamanan dan ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian kondisi global.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Ibu Tiri Usia 19 Tahun di Bekasi Siksa Anak Sambungnya Hingga Tewas
-
IESR Ungkap Tiga Kunci Percepatan Investasi Energi Surya di Indonesia, Apa Saja?
-
Liburan dengan Miles Jadi Tren, Pengeluaran Sehari-hari Kini Bisa Jadi Modal Bepergian
-
5 Rekomendasi Facial Wash Jepang untuk Kulit Putih dan Bersih
-
Modus Ternak Rekening Judol Libatkan Petani hingga IRT, Dugaan Keterlibatan Bank Perlu Diusut
-
Lima Tahun Diabaikan Pemerintah, Warga Mekarsari Lebak Banten Patungan Perbaiki Jembatan Rusak
-
KUR BRI Dukung Rosyidah Terus Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut di Indramayu
-
Gibran Minta PSEL Palembang Tak Sekadar Olah Sampah, Warga dan UMKM Harus Ikut Untung
-
BRI Hadirkan Harapan Baru Bagi Mantan Pekerja Migran Indonesia Melalui KUR dan Pemberdayaan UMKM
-
Wajah Pendidikan Karakter: Ketika Pemimpin Gagal Menjadi Contoh