Suara.com - Perut kembung memang sering kali menyerang siapa saja pada umur berapapun. Tetapi perut kembung ternyata bisa dihindari dengan cara mengubah susu sapi Anda menjadi susu kambing.
"Minum susu kambing sebagai pengganti susu sapi dapat menurunkan peluang Anda merasa kembung," kata ahli gizi TV Amanda Hamilton seperti yang dilansir dari Express.
"Susu sapi lebih cenderung memicu gejala alergi, karena mengandung protein alfa S1 kasein," tambahnya.
Melansir dari Express, susu kambing lebih mudah dicerna karena memiliki partikel lemak yang lebih kecil daripada susu sapi.
Menurut survei St Helen Farm, sekitar satu dari lima orang telah beralih dari susu sapi ke susu alternatif dalam upaya untuk lebih sadar kesehatan.
"Beralih dari sapi ke susu kambing juga dapat bermanfaat bagi kesehatan usus Anda secara keseluruhan," kata Hamilton.
“Gula atau oligosakarida yang tidak dapat dicerna dalam susu kambing dapat bertindak sebagai prebiotik. Prebiotik membantu menjaga kesehatan usus dengan mendorong pertumbuhan bakteri usus yang baik dan mencegah pertumbuhan bakteri yang merusak," tambahnya.
Sementara itu, Anda juga bisa menurunkan risiko perut kembung dengan menghindari bawang putih. Sebab bawang putih mengandung jenis serat yang dikenal sebagai fructans.
Fructans bisa sulit dipecah dalam usus dan bisa tertinggal dalam perut.
Baca Juga: Manajer Positif Covid-19, Laga Man United vs Stoke City Mendadak Dibatalkan
"Bahkan makan sedikit bawang putih saja bisa memicu rasa kembung yang menyakitkan," kata Hamilton.
Nyeri kembung pada umumnya disebabkan oleh konstipasi, angin terperangkap dalam perut, sindrom iritasi usus, atau bahkan terlalu banyak menelan udara.
"Anda bisa menelan udara dengan minum melalui sedotan atau dengan berbicara dengan mulut penuh makanan," tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi