Suara.com - Para ilmuwan masih menerka-nerka kelompok masyarakat seperti apa yang bisa kebal terhadap virus corona. Bagi mereka yang telah mengalami serangan virus, ada tanda-tanda menjanjikan bahwa perlindungan akan terjadi. Tetapi memahami tingkat kekebalan sejati masih belum ditemukan.
Dilansir dari South China Morning Post (SCMP) Dr. Anthony Fauci, ahli terkemuka Amerika menyebut bukti yang muncul tentang kekebalan terhadap virus corona masih membingungkan dan sedikit tidak biasa. "Ini kesepakatannya," kata Fauci.
"Orang dapat mengatakan bahwa jika Anda telah pulih dari infeksi, sangat mungkin Anda akan terlindungi dari infeksi ulang untuk jangka waktu yang terbatas, bervariasi dari orang ke orang karena keragaman biologis. Kami tidak tahu berapa lama periode (kekebalan) yang terbatas. Itu bisa bertahun-tahun atau cuma setahun," tambahnya.
Studi baru menjelaskan beberapa pasien yang terinfeksi virus corona dengan apa yang disebut antibodi penetral, jenis antibodi yang dapat melindungi seseorang dari infeksi ulang.
Sebuah sensus dari 382 pelaut di atas kapal induk USS Theodore Roosevelt telah menemukan bahwa setidaknya 60 persen dari mereka yang terinfeksi mengembangkan antibodi yang mampu melindungi mereka sampai batas tertentu.
Dalam kelompok kecil peserta studi yang terinfeksi, beberapa masih memiliki protein yang memblokir virus dalam darah setelah 40 hari. Hal ini menunjukkan, bahwa orang muda dan orang sehat yang cenderung bergejala ringan atau bahkan tanpa gejala ketika terinfeksi virus corona bisa membangun antibodi yang dapat melindungi mereka dari infeksi ulang.
Laporan-laporan ini mengkonfirmasi dan memperkuat penelitian yang menemukan, bahwa dari 175 orang yang bergejala ringan dengan Covid-19 menghasilkan tingkat antibodi penetral yang relatif tinggi.
Tubuh manusia menghasilkan berbagai jenis antibodi sebagai respons terhadap infeksi dan penetral mungkin bukan satu-satunya yang bisa melawan virus. Sebab, sistem kekebalan tubuh memiliki senjata pertahanan lain seperti sel T pembunuh dan sel B.
Meskipun begitu, belum jeas sel antibodi mana yang paling bisa melindungi dari virus corona.
Baca Juga: Hadapi New Normal, Ahli Nutrisi Bagikan 5 Cara Tingkatkan Kekebalan Tubuh
"Para ilmuwan telah mengamati bahwa pasien yang sakit membuat antibodi yang lebih banyak dan lebih baik. Tetapi anggapan itu dapat dikalahkan oleh virus corona ini," kata Larry Luchsinger, seorang peneliti sel punca di Bank Darah New York.
"Pertanyaan yang mendasar adalah seberapa banyak aktivitas penetralan yang bahkan Anda butuhkan? Inilah cara kerja imunologi," tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
Terkini
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya