Suara.com - Lebih dari 100 orang di Beijing telah terinfeksi virus corona saat pemerintah China bergegas mencegah penyebaran penyakit lebih lanjut.
Peningkatan ini terjadi ketika para pejabat mengunci lingkungan ketiga di Beijing pada Selasa. Demikian seperti dilansir dari New York Post.
China melaporkan 40 kasus lebih banyak coronavirus di seluruh negeri sampai akhir Senin, termasuk 27 di Beijing. Itu membawa jumlah total infeksi menjadi 106 sejak kami lalu.
Kini setidaknya satu pasien dalam kondisi kritis dan dua dalam kondisi serius. Empat kasus juga dilaporkan di provinsi tetangga, Hebei, dengan tiga terkait dengan wabah di Beijing.
Sebagian besar kasus terhubung ke pasar makanan grosir Xinfadi. Warga didesak untuk dites jika mereka mengunjungi pasar dalam dua minggu terakhir atau melakukan kontak dengan seseorang yang melakukannya.
Penyebaran awal terjadi di kalangan pekerja pasar, menurut Wu Zunyou, kepala ahli epidemiologi di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok.
Dia mengatakan wabah baru-baru ini terdeteksi cukup awal untuk dapat menahannya.
"Bagi mereka yang terinfeksi, mereka akan mulai menunjukkan gejala besok atau lusa. Jadi, jika tidak ada peningkatan tajam dari kasus yang baru dilaporkan besok atau lusa, wabah kali ini pada dasarnya akan tetap pada skala saat ini," kata dia.
China telah melonggarkan banyak pembatasan sejak mengumumkan kemenangan atas coronavirus pada bulan Maret. Penyakit itu pertama kali terdeteksi di pusat kota Wuhan di Cina akhir tahun lalu.
Baca Juga: Pada Orang Tanpa Gejala, Virus Corona dapat Merusak Tubuh Diam-diam
Negara ini telah mencatat 84.378 kasus dikonfirmasi virus corona dan 4.638 kematian, menurut Universitas Johns Hopkins.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik