Suara.com - Beberapa bagian Beijing telah menerapkan kembali protokol penguncian atau lockdown setelah sekelompok kasus virus corona yang ditransmisikan secara lokal muncul kembali, dua bulan dari kasus terakhir.
Wabah Covid-19 yang kali ini berasal dari pasar makanan grosir Xinfadi di distrik Fengtai selatan, menimbulkan pertanyaan serius tentang tantangan menjaga wabah Covid-19 agar tetap terkendali, bahkan di negara-negara seperti China di mana pemerintah memberlakukan aturan yang sangat ketat.
Dilansir The Guardian, kasus pertama pada wabah baru ini ditemukan pada Kamis (11/6/2020) lalu, yaitu seorang pria berusia 52 tahun. Diperkirakan kasus berkembang menjadi lusinan.
Padahal, sebelumnya Beijing telah bersih dari kasus selama 55 hari. Terakhir, orang yang terinfeksi adalah warga negara yang baru kembali dari negara lain.
Bahkan, sebagian besar kota ini sudah mulai menjalani kehidupan normal, dengan restoran dan toko-toko yang dibuka kembali.
Akhirnya, protokol menjaga jarak, dan penangguhan acara olahraga kembali dilakukan. Rencana untuk membuka kembali sekolah dasar pun ditahan.
Enam infeksi juga dilaporkan pada Sabtu (13/6/2020), terdiri dari tiga pekerja di pasar Xinfadi, dua orang pengunjung, dan satu rekan dari salah satu pengunjung.
Pengujian massal pada ratusan orang pekerja di pasar Xinfadi mengungkap adanya 45 kasus asimptomatik atau orang tanpa gejala (OTG). Lebih dari 10.000 orang yang bekerja di pasar akan segera diuji.
Pemerintah mengkarantina 139 kontak dekat orang yang terinfeksi. Pasar ditutup dan dijaga ketat 24 jam.
Baca Juga: Kasus Virus Corona di Rusia Terus Naik, Sudah Lebih dari 500 ribu
"Sesuai dengan prinsip mengutamakan keselamatan massa dan kesehatan, kami telah mengadopsi langkah-langkah penguncian untuk pasar Xinfadi dan lingkungan sekitarnya," kata Chu Junwei, seorang pejabat distrik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI