Suara.com - Dampak pandemi virus Corona Covid-19 di Brasil kian memburuk, setelah otoritas setempat melaporkan jumlah korban meninggal sudah lebih dari 50 ribu.
Dilansir ANTARA, Brasil menempati urutan kedua dengan jumlah kematian terbanyak karena virus corona setelah Amerika Serikat. Ini merupakan pukulan bagi negeri yang dilanda lebih dari sejuta kasus, menambah ketakstabilan politik dan kelumpuhan ekonomi.
Brasil sekarang mencatat total 1.085.038 kasus terkonfirmasi dan 50.617 kematian, naik dari 49.976 pada Sabtu (20/6/2020), kata Kementerian Kesehatan.
Para ahli mengatakan bahwa jumlah yang sebenarnya jauh lebih tinggi karena kurangnya pengujian yang menyeluruh. Negeri terbesar Amerika Selatan itu dalam banyak kasus mencatat lebih dari 1.000 kematian per hari tapi biasanya mencatat lebih sedikit pada akhir pekan.
Brasil mengonfirmasi kasus pertama virus corona pada 26 Februari dan melewati 1 juta kasus pada Jumat (20/6).
Sejak kehadiran pertama di negeri itu, penyebaran cepat virus itu mengikis dukungan bagi Presiden sayap kanan Jair Bolsonaro dan meningkatkan kekhawatiran ambruknya ekonomi setelah beberapa tahun pertumbuhan yang rendah.
Bolsonaro yang biasa dipanggil Trump Tropis dikritik secara meluas karena cara penanganannya terhadap krisis itu. Negeri itu masih belum punya menteri kesehatan karena mengundurkan diri sejak April setelah berselisih dengan presiden.
Bolsonaro menafikkan jaga jarak sosial, menyebutnya sebagai langkah menghilangkan lapangan pekerjaan lebih berbahaya daripada virus itu sendiri. Dia juga mempromosikan dua obat anti malaria, chloroquine dan hydroxychloroquine, meskipun kemanjurannya hanya sedikit.
Pada Minggu, Bolsonaro mengatakan militer melayani kehendak rakyat dan misinya adalah mempertahankan demokrasi. Pernyataannya ini mengobarkan perdebatan yang penuh kemarahan mengenai peran angkatan bersenjata di tengah kekhawatiran yang bergaung atas kerapuhan politik.
Baca Juga: WHO Catat Rekor Kasus Covid-19 Harian Tertinggi Dunia, Brasil Paling Parah!
Komentar-komentarnya muncul pada hari yang sama dengan berkumpulnya pendukung dan pengecamnya di kota-kota seluruh negeri, yang menandakan secara mencolok terjadinya polarisasi di negara itu.
Berita Terkait
-
Hasil Undian Grup Piala Dunia 2026: Prancis Dapat Lawan Berat, Argentina Lebih Ringan
-
Timnas Futsal Indonesia Bersiap ke Spanyol dan Brasil
-
Timnas Futsal Indonesia U-17 Ikuti Turnamen di Spanyol, Hadapi Brasil hingga Portugal
-
Prancis Kalahkan Brasil dalam Laga Persahabatan, Kylian Mbappe Cetak Gol
-
Prancis vs Brasil: Panggung Pembuktian Kylian Mbappe Sebelum Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi