Suara.com - Alergi adalah suatu respon sistem imun yang tidak normal dan berlebihan dalam hal mengenali bahan yang sebenarnya tidak berbahaya bagi orang lain atau alergen.
Alergen merupakan bahan pencetus alergi yang bisa berupa makanan (susu sapi, makanan laut, dan kacang tanah) atau bahan yang terhirup (tungau debu rumah, serbuk sari tanaman, dan jamur).
Salah satu alergi yang sering terjadi pada anak-anak adalah alergi susu sapi. Ada dua protein dalam susu sapi yakni kasein dan whey yang menjadi penyebabnya.
Selama transisi new normal di tengah pandemi virus corona ini, tentu mengendalikan anak yang memiliki alergi susu sapi menjadi tantangan tersendiri.
Maka dari itu, simak tips dari Prof. DR. Budi Setiabudiawan, dr., SpA(k), M.Kes, Konsultan Alergi dan Imunologi Anak berikut ini:
1. Tetap berikan imunisasi
Anak dengan alergi susu sapi tetap harus diberikan imunisasi dan jangan ditunda, Karena nanti ditakutkan akan timbul penyakit atau wabah penyakit lain yang bisa diimunisasi setelah pandemi corona.
2. Pantau tumbuh kembang anak
Selama new normal, pemantauan tumbuh kembang anak harus sesuai dengan Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang yang kita kenal sebagai SDIDTK.
Baca Juga: Jenis Susu Formula Ini Bisa Diberikan Kepada Anak yang Alergi Susu Sapi
3. Jaga asupan nutrisi seimbang
Tetap menjaga kesehatan dengan nutrisi yang lengkap dan seimbang, perbanyak makan buah dan sayuran serta aktivitas fisik yang sesuai.
4. Patuhi protokol kesehatan
Ajari anak untuk mencuci tangan menggunakan sabun, memakai masker, dan menghindari kerumunan dan keramaian.
"Karena sudah dibilang adaptasi baru, banyak orangtua yang mengajak si kecil ke mal, ke tempat keramaian, ini mohon untuk dihindari," kata dr Budi dalam Webinar “Pekan Tanggap Alergi Generasi Maju: Tanggap Alergi di masa Pandemi untuk Generasi Maju”, Senin (29/6/2020).
5. Berjemur
Selama new normal dan seterusnya, si kecil harus berjemur di depan rumah. Jangan biarkan anak terus berada di rumah, setiap pagi ajak anak berjemur di halaman rumah sekitar 10-15 menit untuk mengoptimalkan asupan vitamin D yang sangat penting pada masa pandemi, terutama anak anak dengan alergi susu sapi, dan dapat meningkatkan sistem imun tubuh
Berita Terkait
-
5 Lipstik Anti Alergi untuk Bibir Sensitif dan Sering Pecah-Pecah
-
Teknologi Baru untuk Bunda! Risiko Alergi Anak Kini Bisa Dicek Lewat HP
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Apakah Oat Milk Lebih Sehat dari Susu Sapi? Ketahui Dulu Hal Ini
-
Jessica Iskandar Tumbang Usai Santap Makanan Mentah, Vincent Verhaag Ungkap Kronologinya
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai